Iklan 2

Rabu, 19 Juni 2013

Foto-foto Palsu Pembantaian di Suriah oleh Assad

Foto Asli Pembataian di Iraq


Banyak foto2 palsu yg katanya kaum Sunni korban kebiadaban Assad, ternyata itu kaum Syi'ah yg dibantai di Iraq, Afghanistan, dsb. Misalnya foto-foto pembantaian di tempat lain seperti di Gaza, Iraq, dan Afghanistan sebagai korban pembantaian Assad. Bahkan korban gempa pun dibilang sebagai korban kekejaman Assad. Itu namanya Fitnah. Dusta itu ciri orang munafik. Jadi jangan lakukan itu.


Foto di atas adalah Foto dari Fotografer Marco di Lauro:




Al Musayyib, Iraq - May 27, 2003


An Iraqi child jumps over a line of hundreds of bodies, in a school where they have been transported from a mass grave, to be identified. They were discovered in the desert in the outskirts of Al Musayyib, 40 km south of Baghdad. It has been estimated that between 10,000 and 15,000 Iraqis had been reported missing in the region south of Baghdad. People have been searching for days for identity cards or other clues among the skeletons to try to find the remains of brothers, fathers, mothers, sisters and even children who disappeared when Saddam's government crushed a Shi'ite uprising following the 1991 Gulf War.


http://www.marcodilauro.com/features/iraq-war/#num=content-413&id=album-16



Dari keterangan di atas, itu adalah sekitar 13.000 korban pembantaian oleh Saddam Hussein yang menumpas pemberontakan Syi'ah sejak 1991. Jadi korban di foto tersebut adalah orang-orang Syi'ah.


Kok bisa dirubah beritanya oleh aktivis Pemberontak Suriah bahwa itu korban adalah orang-orang Sunni yang dibantai oleh Rezim Syi'ah Assad? Jadi jika foto di atas orang-orang Syi'ah yang dibantai. Jika kita terhasut oleh berita palsu, kita kembali membantai orang2 Syi'ah yang kita sebut keji.


Firman Allah ini semoga jadi pedoman bagi kita:


“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. ” [Al Hujuraat 6]


Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2011/10/04/mewaspadai-berita-di-media-massa/

BBC memuat foto tersebut meski dengan jujur menyebut bahwa foto tersebut tidak bisa diperiksa secara independen kebenarannya. Foto tsb dari Aktivis Pemberontak Suriah:


Foto-Asli-di-Iraq-bukan-di-Suriah_1




Mass media is now being flooded with horrible stories from Syria to incite people in Western countries against Syria. BBC has used a horrifying picture from 2003 in Iraq to illustrate an alleged massacre that happened in Houla, Syria. With the shock of the Houla tragedy ringing across the world, the BBC has released a story with a harrowing picture of rows and rows of children’s bodies awaiting burial.


Photographer Marco di Lauro who took the shot grabbed by the BBC says he nearly “fell off his chair” after finding the picture on the network’s website. The picture was actually taken on March 27, 2003; it depicts an Iraqi boy jumping over dozens of white body bags containing skeletons found in a desert south of Baghdad. The image, which is published on Marco di Lauro’s website, is part of his story Iraq, the Aftermath of Saddam.


http://www.lankatruth.com/english/index.php?option=com_content&view=article&id=2459:bbc-caught-pants-down-photos-of-massacred-children-taken-in-2003&catid=42:smartphones&Itemid=74



Di Media Wahabi jelas-jelas diberitakan korban yang sebenarnya Syi'ah, sebagai orang2 Sunni yang dibunuh Rezim Syi'ah Assad. Syi'ah Laknatullah!:


Foto-Asli-di-Iraq-bukan-di-Suriah_2


Meski saya bukan Syi'ah, tapi kasihan juga jika ribuan orang Syi'ah sudah dibunuh, eh mereka malah difitnah sebagai pembunuh agar bisa dibantai lagi. Apakah Islam mengajarkan itu? Mengajarkan kita untuk dusta, memfitnah, dan membunuh?


Gambar foto di atas dipaksakan untuk illustrasi Berita Hoax perang Suriah

Disebar di berbagai blog. Bahkan Media Nasional seperti Tribun saja sampai terjebak:

http://aslibumiayu.wordpress.com/2012/09/01/ketika-umat-islam-di-suriah-dibantai-oleh-syiah-misionaris-syiah-menyebarkan-fahamnya-di-indonesia/

Berita Hoax dari http://ainuamri.wordpress.com/page/2/

Berita Hoax http://www.harianaceh.co/detail.php?no_berita=684

Berita Hoax http://ma.kafila.or.id/berita-2410-qunut-nazilah-untuk-para-pejuang-di-suriah.html

Berita Hoax http://www.laskardiponegoro.com/2012/07/rilis-resmi-jamaah-liwaul-ummah-suriah.html

Berita Hoax http://pekanbaru.tribunnews.com/2013/01/03/korban-tewas-perang-suriah-capai-60-ribu-orang


sumber: https://www.facebook.com/notes/berita-harian-suriah/foto-dan-berita-asli-vs-foto-asli-tapi-berita-hoax/540903972638900?comment_id=4961586&offset=0&total_comments=27&ref=notif&notif_t=note_reply

Sumber:



FOTO KE 2



Korban Baghdad




Foto aslinya http://www.baghdcs.org/en/NewsDetails.aspx?pageid=3431

Hizbut Tahrir menyebar Foto Palsu?
Seorang Ibu yg berduka di Baghdad, Distrik Obaidi 21 Mei 2008 karena dibom Teroris Wahabi seolah2 korban kejahatan tentara Suriah.


Padahal Perang Suriah baru dimulai Maret 2011 (3 tahun sesudahnya)


Berita lain tentang foto di atas ada di:

http://www.aliraqi.org/forums/showthread.php?t=85682&page=3

http://blogs.reuters.com/photographers-blog/2011/12/15/iraqs-slide-to-nowhere

Kejadian tetap di Iraq meski versinya adalah ditembak oleh sniper AS.

A woman reacts on a pavement covered with blood, after a relative was shot dead by a sniper, in Baghdad's Obaidi district May 21, 2008. The U.S. military said its troops shot dead 11 militants in eastern Baghdad on Wedensday, but police and several residents said at least some of the dead were civilians killed by U.S. snipers.
REUTERS/Thaier al-Sudani (IRAQ)



Dgn cara Dusta dan Bughot itukah Khilafah akan ditegakkan di Indonesia?


Ayah Sina Sepertinya tidak akan berakhir ya hehehe.. comment terakhir juga ah

Ini sedikit foto palsu seputar syria :
Bahkan MHTI juga menggunakan foto palsu untuk agitasi kebencian terhadap syria

Korban di Iraq Foto Palsu Hizbut Tahrir


Mohon SEBARKAN!
Press releaseHizbut Tahrir Menyelenggarakan Seminar Perempuan yang Krusial:“Bersegera Menegakkan Khilafah Untuk Melindungi Para Perempuan Mulia Syam”Dengan dukungan ulama Ushul Fiqh terkemuka, politisi ulung, dan pemikir ternama Ata Ibnu Khalil Abu Arrashtah, Amir Hizbut Tahrir, Hizbut Tahrir akan menyelenggarakan seminar perempuan yang sangat penting pada tanggal 27 April 2013di Amman, Yordania untuk membicarakan penderitaan perempuan dan anak-anak Suriah yang menyayat hati serta menyajikan solusi efektif untuk segera mengakhiri pembantaian yang dilakukan oleh rezim tiran Ash-Sham. Acara yang khas dan belum pernah terjadi sebelumnya dengan tema ”Bersegera Menegakkan Khilafah untuk Melindungi Perempuan Mulia Syam” adalah forum pertemuan tokoh perempuan yang pertama kali diadakan dan bertujuan untuk memfokuskan perhatian dunia, khususnya pada penderitaan dan kebrutalan luar biasa yang dialami oleh perempuan dan anak-anak Suriah di tangan pembunuh massal Bashar Al-Assad dan rezim Ba’athistnya yang kufur. Seminar ini akan dihadiri oleh wartawan, para tokoh perempuan, perwakilan organisasi, dan juga akan mengundang kaum perempuan Suriah di Yordania, termasuk sejumlah perempuan dari kamp pengungsian Zaatari. Akan disampaikan 3 orasi utama, sebuah video kesaksian dari perempuan Suriah mengenai kesengsaraan dan penderitaan yang mereka alami, diskusi panel dengan tokoh perempuan dari Hizbut Tahrir, dan konferensi pers.Orasi pembuka akan disampaikan oleh Divisi Muslimah Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir yang akan menyoroti kegagalan pemerintah Muslim dan Lembaga-lembaga internasional dalam menawarkan solusi yang kredibel untuk mengakhiri kehidupan neraka dunia yang dirasakan oleh para wanita Suriah di bawah rezim Assad hingga kini. Terlebih lagi, berbagai inisiatif dan misi yang mereka tawarkan malahan hanya mengulur waktu bagi rezim Suriah untuk melancarkan aksi teror dan pembantaian serta menodai kehormatan perempuan-perempuan mulia tanah Syam. Orasi ini akan memberikan penekanan kepada sistem Khilafah sebagai satu-satunya sistem yang murni berdasarkan Islam, yang memandang bahwa kehidupan dan martabat perempuan sebagai sesuatu yang tak terkira nilainya, menempatkan perlindungan atas darah dan kehormatan mereka sebagai sebuah prioritas, serta menyadari tugas besar negara untuk menjaga keselamatan mereka tanpa keraguan ataupun penundaan. Orasi kedua akan disampaikan oleh seorang Muslimah dari Suriah yang akan memaparkan kesaksiannya secara langsung atas penculikan, penyiksaan, pemerkosaan, dan pembunuhan perempuan dan anak-anak di tangan rezim Suriah yang begitu mengerikan dan sadis serta menyoroti situasi di kamp-kamp pengungsian yang mengenaskan—tempat di mana perempuan dan anak-anak Suriah berjuang keras untuk dapat bertahan hidup, hidup secara tidak manusiawi, dan dalam kondisi yang memprihatinkan. Ia juga akan menggambarkan bagaimana perempuan-perempuan Syam telah diabaikan oleh para penguasa Muslim yang lalim dari dunia Islam yang hanya duduk diam sebagai penonton medan pembantaian yang terjadi di dekatnya tanpa mengerahkan seorang tentara pun sebagai wujud pembelaan mereka. Orasi terakhir akan disampaikan oleh seorang anggota Muslimah Hizbut Tahrir Yordania yang akan menyerukan ajakan kepada umat Islam di seluruh dunia untuk meningkatkan upaya mereka menyegerakan tegaknya Khilafah serta menyampaikan seruan dari hati yang tulus kepada putra-putra tentara Muslim untuk menunaikan tanggung jawab besar mereka atas Islam untuk membela saudari-saudari mereka di Syam tanpa menunda-nunda dan juga memberikan nusrah (dukungan materi) kepada Hizbut Tahrir untuk menegakkan sebuah negara yang mulia ini yang akan memberikan naungan penjagaan kepada Suriah berdasarkan Peraturan Allah SWT .Kami menyeru kepada insan media untuk menghadiri seminar yang krusial dan urgen ini yang tidak hanya akan menyajikan panggung kisah yang memilukan hati di Suriah, harapan, dan impian dari sejumlah korban yang paling rentan dalam konflik brutal ini agar dapat didengar, tetapi juga akan menyajikan visi baru untuk mengakhiri penderitaan mereka. Acara ini akan disiarkan langsung melalui live streaming dari Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir.


https://www.facebook.com/photo.php?fbid=441272715967662&set=a.332537210174547.78234.234745399953729&type=1&ref=nf

BBC news juga memuat foto palsu http://4.bp.blogspot.com/-pBNKQ_ZLKoA/T8SlaGnndsI/AAAAAAAACFs/5UoeFh6yMRw/s1600/BBC-fake-photo.jpg

Foto ke 3:


asli

Ini adalah foto bayi di reruntuhan gempa di Azerbaijan Timur

Foto2 Palsu Revolusi Suriah:


https://plus.google.com/photos/103208110742791515693/albums/5788407651473375217



http://friendsofsyria.wordpress.com/2012/08/17/now-the-fsa-are-blaming-acts-of-god-onto-bashar-al-assad/


Foto ke 4

Korban Israel di Gaza

Link asli (kejadian di Gaza) :http://www.uruknet.info/?p=73300

Lalu tanpa malu-malu menggunakan pict tersebut sebagai salah satu propaganda kepada publik.
Baca disini: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=492080750827328&set=a.257566967612042.54363.248283198540419&type=1&ref=nf

Jadi korban pembantaian Israel di Gaza, diklaim sebagai korban pembantaian Rezim Syi'ah Assad Laknatullah... Akhirnya bukannya jihad melawan Israel, malah membunuh Muslim di Suriah...

Foto ke 5

Tarana (R), 12, reacts while surrounded

Foto di atas adalah foto akibat pemboman Bunuh Diri yang dilakukan "Mujahidin" Wahabi di Kabul. Itu adalah foto pemenang Pulitzer tahun 2012 dengan fotografer Massoud Hossaini:

AFP photographer Massoud Hossaini has been awarded the 2012 Pulitzer Prize for his heartbreaking image of a girl crying in fear after a suicide bomber's attack on a crowded shrine in Kabul.


Dressed in a green headscarf with her face streaked with the blood of the dead around her, 12-year-old Tarana Akbari stands open-mouthed as she surveys the devastation around her. Children are among the bodies piled around her.


The harrowing shot was taken at the Abul Fazel Shrine in Kabul, Afghanistan, on 6 December 2011 and has secured Hossaini $10,000 in the breaking news photography category.


The bombing, carried out as part of a coordinated attack during Ashura ceremonies commemorating the martyrdom of Imam Hussein, killed at least 54 people, including Taraneh's brother, aunts and uncles.


http://www.huffingtonpost.co.uk/2012/04/18/pulitzer-prize-2012-winner-massoud-hossainis-image-of-weeping-girl-after-suicide-bomb-in-kabul_n_1434790.html



Lagi-lagi yang jadi korban adalah orang2 Syi'ah yang sedang melakukan perayaan Asyura di Kabul. Pembunuhnya adalah "Mujahidin" Wahabi.

Ternyata Mujahilin Wahabi di Suriah mengklaim foto tersebut sebagai foto orang2 Sunni yang dibantai oleh Rezim Syi'ah Assad. Jadi sekali lagi: Syi'ah yang dibantai, Syi'ah pula yang difitnah sebagai pelakunya. Bolehkah memfitnah seperti itu?

Foto Palsu Bom di Suriah

syria mangsa syiah


 


Gambar ini sudah cukup menceritakan segalanya. kanak-kanak ini ketakutan selepas tentera regim Bashar Assad mengebom dan mengakibatkan kesemua rakannya yang berada di sekitarnya mati serta merta.Sumber: http://www.facebook.com/ikram4syria


http://syriaberdarah.blogspot.com/2013_05_25_archive.html



Bagaimana jika Mujahilin Wahabi yang melakukan bom bunuh diri di Kabul itu kemudian berkuasa di Suriah akibat foto di atas?

Ini kumpulan koleksi foto2 Hoax.

Anda bisa mencari foto serupa dari Google.com, kemudian klik Image guna mencari foto serupa dengan memasukkan link gambar atau mengupload gambar yang akan dicari. Dari itu, anda bisa mencari berita yang sebenarnya:

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=532739443455353&set=a.509572332438731.1073741836.496964617032836&type=1&theater

Bughot/Pemberontakan itu haram dalam Islam. Karena kerusakan yang ditimbulkan amat besar. Jadi harusnya pemberontak tsb meletakkan senjata agar Suriah damai.

Andai ingin berkuasa, ada cara lain yang bisa dipakai. Misalnya Pemilu atau Demonstrasi Massal dan Mogok Nasional. Kalau memang para pemberontak didukung sebagian besar rakyatnya, misalnya 5 juta rakyat Suriah demo, masak Assad tidak akan mundur?

Mudah2an Suriah bisa damai. Ada pun orang2 luar, harusnya cuma membantu dari segi kemanusiaan. Jangan ikut2an membunuh.

3 komentar:

  1. untuk menyelidiki kebenaran berita suatu gambar adalah hal yg tak mustahil saat ini. tak perlu jadi pakar telematika untuk menyelidikinya. tinggal drag n drop pada kotak pencarian google images, maka link pada gambar sama atau sejenis akan terbuka. tinggal lihat tgl beritanya.

    BalasHapus
  2. Fotonya hanya bohong semata

    BalasHapus