Iklan 2

Kamis, 20 Desember 2012

Sejarah Wahabi dan Muhammad bin Abdul Wahhab


Mufti Mekkah Syekh Abdullah Az Zawawi yang Disembelih Wahhabi

Buat teman2 yg masih ikut pengajian Salafi/Wahabi maaf jika tidak berkenan.
Tapi insya Allah apa yg ditulis Habib Munzir Al Musawa (Majelis Rasulullah) ini benar.
Saat ngobrol dgn seorang Direktur Penerbit Islam dan seorang Ustad di Cimanggis saya mendapat kabar serupa. Yaitu pemerintah Inggris untuk memecah-belah ummat Islam di daerah jajahannya membentuk aliran sesat seperti Ahmadiyah di India dan Pakistan, Bahai di Iran, dan Wahabi di Arab Saudi.
Ahmadiah menghilangkan ajaran jihad dan membuat Nabi palsu Ghulam Mirza Ahmad. Sementara Wahabi yg bersekutu dgn Ibnu Su'ud dan dibantu senjata dan dana Inggris berontak thd Kekhalifahan Turki Usmani. Ummat Islam di jazirah Arab difitnah sbg ahlul bid'ah, sesat, kafir, musyrik, dsb hingga diperangi dan dibunuh. Termasuk penduduk kota Thaif, Mekkah, dan Madinah. Turki dan Mesir juga mereka perangi.
Sulit dipercaya. Pertama saya juga membela Wahabi sbg pemurni Islam. Namun dgn berbagai fakta dan tulisan yg berkembang, ternyata itu tidak benar. 10 tahun lagi seiring dgn bertambahnya ilmu, mungkin anda akan berterimakasih akan informasi ini.
http://kabarislam.wordpress.com/2012/01/04/salafi-wahabi-memecah-belah-islam-dari-dalam


Video ini menceritakan sikap Al-Azhar Mesir, melalui Syaikh Dr. Ahmad Karimah, yang menolak paham Wahaby yang sekarang bernama Salafy:

http://www.youtube.com/watch?v=62azsLjedy8

احمد كريمة يفتح النار على السلفية ويصفهم بالوهابيه





REPLAY STATUS LAMA.

SEJARAH WAHABI


Oleh Habib Munzir Al mousawa
Menanggapi banyaknya permintaan pembaca tentang sejarah berdirinya Wahabi maka kami berusaha memenuhi permintaan itu sesuai dengan asal usul dan sejarah perkembangannya semaksimal mungkin berdasarkan berbagai sumber dan rujukan kitab-kitab yang dapat dipertanggung-jawabkan, diantaranya, Fitnatul Wahabiyah karya Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, I’tirofatul Jasus AI-Injizy pengakuan Mr. Hempher, Daulah Utsmaniyah dan Khulashatul Kalam karya Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, dan lain-lain.



Nama Aliran Wahabi ini diambil dari nama pendirinya, Muhammad bin Abdul Wahab (lahir di Najed tahun 1111 H / 1699 M). Asal mulanya dia adalah seorang pedagang yang sering berpindah dari satu negara ke negara lain dan diantara negara yang pernah disinggahi adalah Baghdad, Iran, India dan Syam.


Kemudian pada tahun 1125 H / 1713 M, dia terpengaruh oleh seorang orientalis Inggris bernama Mr. Hempher yang bekerja sebagai mata-mata Inggris di Timur Tengah. Sejak itulah dia menjadi alat bagi Inggris untuk menyebarkan ajaran barunya.


Inggris memang telah berhasil mendirikan sekte-sekte bahkan agama baru di tengah umat Islam seperti Ahmadiyah dan Baha’i. Bahkan Muhammad bin Abdul Wahab ini juga termasuk dalam target program kerja kaum kolonial dengan alirannya Wahabi.


Mulanya Muhammad bin Abdul Wahab hidup di lingkungan sunni pengikut madzhab Hanbali, bahkan ayahnya Syaikh Abdul Wahab adalah seorang sunni yang baik, begitu pula guru-gurunya. Namun sejak semula ayah dan guru-gurunya mempunyai firasat yang kurang baik tentang dia bahwa dia akan sesat dan menyebarkan kesesatan. Bahkan mereka menyuruh orang-orang untuk berhati-hati terhadapnya.


Ternyata tidak berselang lama firasat itu benar. Setelah hal itu terbukti ayahnya pun menentang dan memberi peringatan khusus padanya. Bahkan kakak kandungnya, Sulaiman bin Abdul Wahab, ulama’ besar dari madzhab Hanbali, menulis buku bantahan kepadanya dengan judul As-Sawa’iqul Ilahiyah Fir Raddi Alal Wahabiyah. Tidak ketinggalan pula salah satu gurunya di Madinah, Syekh Muhammad bin Sulaiman AI-Kurdi as-Syafi’i, menulis surat berisi nasehat:
“Wahai Ibn Abdil Wahab, aku menasehatimu karena Allah, tahanlah lisanmu dari mengkafirkan kaum muslimin, jika kau dengar seseorang meyakini bahwa orang yang ditawassuli bisa memberi manfaat tanpa kehendak Allah, maka ajarilah dia kebenaran dan terangkan dalilnya bahwa selain Allah tidak bisa memberi manfaat maupun madharrat, kalau dia menentang bolehlah dia kau anggap kafir, tapi tidak mungkin kau mengkafirkan As-Sawadul A’dham (kelompok mayoritas) diantara kaum muslimin, karena engkau menjauh dari kelompok terbesar, orang yang menjauh dari kelompok terbesar lebih dekat dengan kekafiran, sebab dia tidak mengikuti jalan muslimin.


Sebagaimana diketahui bahwa madzhab Ahlus Sunah sampai hari ini adalah kelompok terbesar. Allah berfirman : “Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu (Allah biarkan mereka bergelimang dalam kesesatan) dan kami masukkan ia ke dalam jahannam, dan jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali (QS: An-Nisa 115)

Salah satu dari ajaran yang (diyakini oleh Muhammad bin Abdul Wahab, adalah mengkufurkan kaum muslim sunni yang mengamalkan tawassul, ziarah kubur, maulid nabi, dan lain-lain. Berbagai dalil akurat yang disampaikan ahlussunnah wal jama’ah berkaitan dengan tawassul, ziarah kubur serta maulid, ditolak tanpa alasan yang dapat diterima. Bahkan lebih dari itu, justru berbalik mengkafirkan kaum muslimin sejak 600 tahun sebelumnya, termasuk guru-gurunya sendiri.


Pada satu kesempatan seseorang bertanya pada Muhammad bin Abdul Wahab, Berapa banyak Allah membebaskan orang dari neraka pada bulan Ramadhan?? Dengan segera dia menjawab, “Setiap malam Allah membebaskan 100 ribu orang, dan di akhir malam Ramadhan Allah membebaskan sebanyak hitungan orang yang telah dibebaskan dari awal sampai akhir Ramadhan” Lelaki itu bertanya lagi “Kalau begitu pengikutmu tidak mencapai satu person pun dari jumlah tersebut, lalu siapakah kaum muslimin yang dibebaskan Allah tersebut? Dari manakah jumlah sebanyak itu? Sedangkan engkau membatasi bahwa hanya pengikutmu saja
yang muslim. Mendengar jawaban itu Ibn Abdil Wahab pun terdiam seribu bahasa.


Sekalipun demikian Muhammad bin Abdul Wahab tidak menggubris nasehat ayahnya dan guru-gurunya itu. Dengan berdalihkan pemurnian ajaran Islam, dia terus menyebarkan ajarannya di sekitar wilayah Najed. Orang-orang yang pengetahuan agamanya minim banyak yang terpengaruh. Termasuk diantara pengikutnya adalah penguasa Dar’iyah, Muhammad bin Saud (meninggal tahun 1178 H / 1765 M) pendiri dinasti Saudi, yang dikemudian hari menjadi mertuanya.

Dia mendukung secara penuh dan memanfaatkannya untuk memperluas wilayah kekuasaannya. Ibn Saud sendiri sangat patuh pada perintah Muhammad bin Abdul Wahab. Jika dia menyuruh untuk membunuh atau merampas harta seseorang dia segera melaksanakannya dengan keyakinan bahwa kaum muslimin telah kafir dan syirik selama 600 tahun lebih, dan membunuh orang musyrik dijamin surga.


Sejak semula Muhammad bin Abdul Wahab sangat gemar mempelajari sejarah nabi-nabi palsu, seperti Musailamah Al-Kadzdzab, Aswad Al-Ansiy, Tulaihah Al-Asadiy dll. Agaknya dia punya keinginan mengaku nabi, ini tampak sekali ketika ia menyebut para pengikut dari daerahnya dengan julukan Al-Anshar, sedangkan pengikutnya dari luar daerah dijuluki Al-Muhajirin. Kalau seseorang ingin menjadi pengikutnya, dia harus mengucapkan dua syahadat di hadapannya kemudian harus mengakui bahwa sebelum masuk Wahabi dirinya adalah musyrik, begitu pula kedua orang tuanya. Dia juga diharuskan mengakui bahwa para ulama2 besar sebelumnya telah mati kafir. Kalau mau mengakui hal tersebut dia diterima menjadi pengikutnya, kalau tidak dia pun langsung dibunuh.


Muhammad bin Abdul Wahab juga sering merendahkan Nabi SAW dengan dalih pemurnian akidah, dia juga membiarkan para pengikutnya melecehkan Nabi di hadapannya, sampai-sampai seorang pengikutnya berkata :
"Tongkatku ini masih lebih baik dari Muhammad, karena tongkat-ku masih bisa digunakan membunuh ular, sedangkan Muhammad telah mati dan tidak tersisa manfaatnya sama sekali. Muhammad bin Abdul Wahab di hadapan pengikutnya tak ubahnya seperti Nabi di hadapan umatnya.
Pengikutnya semakin banyak dan wilayah kekuasaan semakin luas. Keduanya bekerja sama untuk memberantas tradisi yang dianggapnya keliru dalam masyarakat Arab, seperti tawassul, ziarah kubur, peringatan Maulid dan sebagainya. Tak mengherankan bila para pengikut Muhammad bin Abdul Wahab lantas menyerang makam-makam yang mulia. Bahkan, pada 1802, mereka menyerang Karbala-Irak, tempat dikebumikan jasad cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali bin Abi Thalib. Karena makam tersebut dianggap tempat munkar yang berpotensi syirik kepada Allah. Dua tahun kemudian, mereka menyerang Madinah, menghancurkan kubah yang ada di atas kuburan, menjarah hiasan-hiasan yang ada di Hujrah Nabi Muhammad.
Keberhasilan menaklukkan Madinah berlanjut. Mereka masuk ke Mekkah pada 1806, dan merusak kiswah, kain penutup Ka'bah yang terbuat dari sutra. Kemudian merobohkan puluhan kubah di Ma'la, termasuk kubah tempat kelahiran Nabi SAW, tempat kelahiran Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Ali, juga kubah Sayyidatuna Khadijah, masjid Abdullah bin Abbas. Mereka terus menghancurkan masjid-masjid dan tempat-tempat kaum solihin sambil bersorak-sorai, menyanyi dan diiringi tabuhan kendang. Mereka juga mencaci-maki ahli kubur bahkan sebagian mereka kencing di kubur kaum solihin tersebut.


Gerakan kaum Wahabi ini membuat Sultan Mahmud II, penguasa Kerajaan Usmani, Istanbul-Turki, murka. Dikirimlah prajuritnya yang bermarkas di Mesir, di bawah pimpinan Muhammad Ali, untuk melumpuhkannya. Pada 1813, Madinah dan Mekkah bisa direbut kembali.

Gerakan Wahabi surut. Tapi, pada awal abad ke-20, Abdul Aziz bin Sa'ud bangkit kembali mengusung paham Wahabi. Tahun 1924, ia berhasil menduduki Mekkah, lalu ke Madinah dan Jeddah, memanfaatkan kelemahan Turki akibat kekalahannya dalam Perang Dunia I. Sejak itu, hingga kini, paham Wahabi mengendalikan pemerintahan di Arab Saudi. Dewasa ini pengaruh gerakan Wahabi bersifat global.
Riyadh mengeluarkan jutaan dolar AS setiap tahun untuk menyebarkan ideologi Wahabi. Sejak hadirnya Wahabi, dunia Islam tidak pernah tenang penuh dengan pergolakan pemikiran, sebab kelompok ekstrem itu selalu menghalau pemikiran dan pemahaman agama Sunni-Syafi'i yang sudah mapan.
Kekejaman dan kejahilan Wahabi lainnya adalah meruntuhkan kubah-kubah di atas makam sahabat-sahabat Nabi SAW yang berada di Ma'la (Mekkah), di Baqi’ dan Uhud (Madinah) semuanya diruntuhkan dan diratakan dengan tanah dengan mengunakan dinamit penghancur.
Demikian juga kubah di atas tanah Nabi SAW dilahirkan, yaitu di Suq al Leil diratakan dengan tanah dengan menggunakan dinamit dan dijadikan tempat parkir onta.


https://www.facebook.com/photo.php?fbid=413723665364286&set=a.104389446297711.6773.100001799685063&type=1&theater


Tambahan Ulama Besar yang dibunuh dengan kejam oleh Wahabi:


Kisah Nyata ; Pembantaian Keluarga Syaikh Nawawi al-Bantani al-Syafi’i (Pembesar Syafi’iyyah) Oleh Kaum Wahhabi


Kisah ini diceritakan oleh keturunan dari keluarga Syaikh Nawawi al-Bantani yang berhasil lolos dari kejaran Wahhabi. Beliau adalah KH. Thabari Syadzily. Berikut adalah sedikit kisah pembantaian tersebut.



KISAH NYATA : Pada zaman dahulu di kota Mekkah keluarga Syeikh Nawawi bin Umar Al-Bantani (pujangga Indonesia) pun tidak luput dari sasaran pembantaian Wahabi. Ketika salah seorang keluarga beliau sedang duduk memangku cucunya, kemudian gerombolan Wahabi datang memasuki rumahnya tanpa diundang dan langsung membunuh dan membantainya hingga tewas. Darahnya mengalir membasahi tubuh cucunya yang masih kecil yang sedang dipangku oleh beliau.Sedangkan keluarganya yang lain di golongan laki-laki dikejar-kejar oleh gerombolan Wahabi untuk dibunuh. Alhamdulillah mereka selamat sampai ke Indonesia dengan cara menyamar sebagai perempuan.

 Syaikh Nawawi Al Bantani ulama Mazhab Syafi'ie yang dibantai keji oleh Wahabi

Syaikh Nawawi bin ‘Umar bin ‘Arabi bin ‘Ali al-Tanari al-Bantani al-Syafi’i (Salah seorang ulama pembesar Syafi’iyyah)

KH Thabari, Keturunan Syaikh Nawawi Al Bantani
KH Thabari, Keturunan Syaikh Nawawi Al Bantani

KH. Thobari Syadzily Mengenakan Jubah Syaikh Nawawi al-Bantani. Baju jubah Syeikh Nawawi bin Umar bin ‘Arobi bin Ali, Tanara – Banten masih tersimpan dengan rapih di rumah saudara sepupu KH. Thobary Syadzily di desa Kampung Gunung Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang, Banten.



Sumber: http://ashhabur-royi.blogspot.com/2011/07/kisah-nyata-pembantaian-keluarga.html



Ulama baru yang dibunuh Wahabi adalah Syekh Al Buthi. Seperti biasa, Wahabi tidak pernah mau mengaku meski mereka selalu menghina dgn penuh rasa kebencian thd Syekh Al Buthi dan bergembira ria atas kematiannya.




Al-Buti sendiri yang tahun ini berusia 84 tahun adalah seorang pensiunan dekan dan profesor Fakultas Hukum Islam di Universitas Damaskus. Ia dikenal keras menentang terorisme dan pengkritik pihak asing yang didukung kelompok-kelompok militan, yang ia gambarkan sebagai “para tentara bayaran”.

Seminggu sebelum pembunuhan itu, ia mengatakan dalam ceramahnya, “Kami diserang di setiap jengkal tanah kami, makanan kami, kesucian dan kehormatan perempuan dan anak-anak kami Hari ini kami menjalankan tugas yang sah… yakni kebutuhan mobilisasi untuk melindungi nilai-nilai, tanah air, dan tempat-tempat suci kami, dan dalam hal ini tidak ada perbedaan antara tentara nasional dan seluruh bangsa ini”.

Seminggu setelah pembunuhan Al-Buti, ulama Sunni lainnya Syaikh Hassan Saifuddin (80 tahun) secara brutal dipenggal kepalanya di bagian utara Kota Aleppo oleh sekelompok militan yang dibekingi pihak asing dan menyeret tubuhnya di jalanan. Kepalanya ditanam di menara sebuah masjid yang biasa digunakan untuk berkhotbah. Syaikh Saifuddin juga dikenal sebagai seorang anti-milisi, dan penentang perang yang sedang berkecamuk melawan pemerintah Suriah.

http://nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,43499-lang,id-c,nasional-t,Tokoh+Muslim+dan+Kristiani+Jadi+Target+Teroris+di+Suriah-.phpx

Silahkan baca:

http://kabarislam.wordpress.com/2013/04/15/ulama-baru-yang-dibunuh-wahabi/



36 komentar:

  1. Ya... Allah.... semoga wahabi cepat sirna dimuka bumi ini, atau inilah dia ya disebut Ya'Juj dan Ma'juj itu???

    BalasHapus
  2. Usirlah Wahhabi dari Indonesia Ya..Allah, janganlah umatmu di cerai beraikan

    BalasHapus
  3. insya Allah wahabi sesat akan musnah dengan sendirinya bila kita sanggah dgn kebenaran

    BalasHapus
  4. Hendi Is Haryadi Subandi18 Januari 2013 10.55

    Ajaran wahhabi menyusup melalui ekstrakurikuler rohani Islam (rohis) di sekolah-sekolah umum. Waspadalah!

    BalasHapus
  5. yaa Robb ..
    berikanlah hidayah untuk mereka dari kesesatannya aamiin

    BalasHapus
  6. Syukron... Izin share ya di al-hadad.blogspot.com

    BalasHapus
  7. masya allah ,smua kan musnah di kdr usiaya yx tlh di tntukn allah. . . . .yx abadilah yx kan menentukn.
    Trimaksh informasinya smoga bermanfaat . Amin

    BalasHapus
  8. ana mau ty . . Jk wahabi tlah hadi di lngkungan ana , dngn dasar apa yx untk menyangkal nya, . .
    Terima kasih

    BalasHapus
  9. wahabi & syi'ah ....... bejat n sesat serta sangat menyesatkan

    BalasHapus
  10. BERBUATLAK KEBAIKAN2 DI BUMI. JAUHILAH BERBUAT KERUSAKAN2. ALLAH TIDAK MENUKAI ORANG2 YANG BERBUAT KERUSAKAN.JAGA DIRIMU DAN KELUARGAMU DARI API NERAKA.

    BalasHapus
  11. yg benar tu yg mana c.
    smua mengklaim golonganya yg paling benar
    cz sikap ngerasa paling benar senduru tu yg akan mengoyak keutuhan islam
    tpi apapun itu jngn smpai memecahkan kekokohan islam

    BalasHapus
  12. baca ini saja pak http://kabarislam.wordpress.com/category/aliran-sesat/wahabi/

    BalasHapus
  13. Kalau sudah su'u zhon/buruk sangka bahwa ummat Islam sebagian besar Musyrik kemudian memfitnah bahkan membunuhnya sebagai Musyrik, maka itu melanggar ajaran Islam.Khawarij.
    Kalau kita benar2 mempelajari Al Qur'an dan Hadits dan memahaminya, tidak buta dgn Syeikh2 Wahabi, insya Allah kita akan memahami kebenaran.
    Silahkan baca:
    Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya diantara ummatku ada orang-orang yang membaca Alquran tapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. Sungguh, jika aku mendapati mereka, pasti aku akan bunuh mereka seperti terbunuhnya kaum Aad. (Shahih Muslim No.1762)

    Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2012/01/19/ciri-khawarij-tak-mengamalkan-al-quran-dan-membunuh-muslim/

    Ummat Islam itu berkasih sayang terhadap sesama, namun keras terhadap orang-orang kafir:

    “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” [Al Fath 29]

    “Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” [Al Maa-idah 54]



    Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2011/11/30/haram-berteman-dengan-kafir-harbi-dan-membunuh-sesama-muslim/

    Jadi Arab Saudi/Wahabi yang bersekutu dengan kaum kafir harbi seperti AS dgn menyediakan pangkalan militer guna membantai jutaan Muslim di Iraq itu bukan tindakan Muslim. Tapi orang yg tidak beriman.

    BalasHapus
  14. masya allah........??????????????

    BalasHapus
  15. Sesuai dg hadis nabi nanti akan datang setan bertanduk dari najed yaitu mohamad ibnu wahab pendiri wahabi

    BalasHapus
  16. tidak ada rasa kasi sayang kepada manusia

    BalasHapus
  17. ya allah berikan lah kekuatan kepada manusia jaman skarang ini,agar tidak masuk ke dalam lembah kesesatan
    amin..

    BalasHapus
  18. Suatu hari ketika aku hendak pulang ke Madura, ada seorang tengkulak keramik yg membeli keramik di salah satu supplier keramik di Surabaya, karena kebetulan aku bekerja disana aku pun mengajukan diri untuk menumpang truck tengkulak tsb demi menghemat ongkos pulang. Saat diperjalanan, barulah aku tahu bahwa tengkulak tsb adalah seorang habib dari NTT yg telah menetap di Madura. Dari perbincangan kami, sang habib menceritakan tentang silsilahnya dan bagaimana beliau hingga sampai menetap di Madura. Lalu perbincangan kami beralih ke topik lain mengenai Wahhabi. Beliau menyatakan keprihatinannya thd fitnah yg menyebar hingga ke ulama dan habaib di Indonesia pada saat ini. Beliau jg berkisah tentang asal muasal walisongo. Dari penuturannya, dapat disimpulkan bahwa benar beberapa anggota walisongo berasal dari Yaman Selatan. Hal ini sesuai dg penyebutan para wali yg hampir kesemuanya dipanggil dg sebutan maulana yg notabene merupakan sesebutan bagi ulama Yaman, bukan syeikh yg menjadi sesebutan bagi ulama Hijaz. Dikisahkannya pula bahwa kebanyakan ulama dan habaib di Yaman adalah pendatang dari Arab Saudi yg merupakan negara tetangga Yaman. Kepindahan mereka ke Yaman bukan tidak lain adalah karena intimidasi dan kekerasan yg dilakukan oleh pengikut Wahhabi thd pengikut setia Ahlus Sunnah. Bagi mereka yg setia dan tetap teguh thd Ahlus Sunnahnya, maka tidak ada jalan lain kecuali pergi menjauh dari kampung halamannya daripada menjadi korban kebiadaban Wahhabi atau menjadi pengikutnya.
    Lalu aku pun bertanya tentang fitnah yg menyebar ke ulama dan habaib di Indonesia pada saat ini. Kemudian beliau pun menjawab bahwa yg beliau maksud dg fitnah ialah Wahhabi. Beliau melihat banyak para ulama serta habaib di Indonesia yg telah berpindah paham ke Wahhabi. Tapi sang habib menegaskan bahwasanya di akhir zaman nanti semua ahlul bait (keturunan nabi Muhammad) yg tersesat akan kembali kepada fitrahnya yaitu Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Amin...!

    BalasHapus
  19. Ya allah semoga wahabi dan ajaran sesat lain nya secepat" nya sirna dari dunia ini.
    Amin

    BalasHapus
  20. kok beda ya??? ini yang bikin umat islam bingung... terutama yg iLmunya masih belum dalam http://aslibumiayu.wordpress.com/2013/03/14/mau-tahu-pendiri-wahabi-waspadailah-bahaya-pemikirannya-dan-jangan-kita-tertipu-ajakannya/

    BalasHapus
  21. Jangan bingung.
    Berpeganglah pada Al Qur'an dan Hadits.
    Coba baca artikel tsb:
    Perbedaan Wahabi dan Salafy
    Pendiri Wahabi adalah Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum wafat 211 H. Bukan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab wafat 1206 H
    ====
    Abdul Wahab Rustum itu justru "Salaf". Wafat 211 H. Ini cuma rekaan Wahabi.
    Sementara Muhammad bin Abdul Wahab yg wafat tahun 1206 H itu justru Khalaf. Bukan Salaf.
    Saat ini, ada tidak orang bicara: "Menurut Syekh Rustum..."?
    Tidak ada bukan? Saat ini tidak ada orang yg menganut ajaran Rustum.
    Yang banyak adalah: "Menurut Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab" (MBAW).

    Fitnah itu makin menggila menjelang kiamat. Kalau Fitnahnya adalah Rustum, berarti fitnah sudah tidak ada lagi karena Rustum dan pengikutnya saat ini sudah tidak ada.

    Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat, sampai dominannya fitnah, banyaknya dusta dan berdekatannya pasar.” (HR Ahmad).

    Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2010/02/01/tanda-tanda-hari-kiamat-kecil

    Su'u Zhon, mengolok2 sesama Muslim dgn kata2 menyakitkan seperti Ahli Bid'ah, Musyrik, Sesat, Kafir dsb (Al Hujuraat 11-12), Membunuh Muslim itu kan haram. Nah Wahabi melakukan semua itu. Termasuk biangnya: Muhammad bin Abdul Wahhab.

    Rasulullah SAW bersabda, “Seorang muslim itu bersaudara terhadap muslim lainnya, ia tidak boleh menganiaya dan menghinanya. Seseorang cukup dianggap berlaku jahat karena ia menghina saudaranya sesama muslim.”(HR.Muslim)

    Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2012/02/07/larangan-mencaci-dan-membunuh-sesama-muslim/

    BalasHapus
  22. YA ALLOH Tujukkanlah mana yang hak dan mana yang batil. . . amiinn

    BalasHapus
  23. kalau ayah wahabi dan kakak wahabi (sulaiman) tdk prcaya sama wahabi, kok kita malah percaya!! ya aneh tooo!! pdhal jarak kita ratusan tahun....

    BalasHapus
  24. Wahabi merambah kampung jawa atau dusun wanasari denpasar bali jadi mohon dukungannya bagi para sunni indonesi

    BalasHapus
  25. Harus hati2.
    Islam sudah masuk ke Bali selama ratusan tahun dgn damai.
    Jangan sampai gara2 ulah 10 Wahabi yg ekstrim, 1000 Muslim Sunni di Bali dibantai oleh orang2 Hindu di Bali.
    Harus dijelaskan bahwa Wahabi itu beda dgn Sunni. Wahabi itu bukan Islam.

    BalasHapus
  26. pemilik blog asli bumi ayu sudah di KO dalam debat di ummatipress. blog asli bumi ayu adalah pemecah belah umat islam

    BalasHapus
  27. ya elah gan, wahabi sm syiah sama aja kaleeee....capek deh....

    BalasHapus
  28. alhamdulillah sukron ilmunya

    BalasHapus
  29. http://mimbaralqalam.wordpress.com/2013/04/29/virus-wahabi-bantahan-telak-terhadap-penyesatan-syaikh-muhammad-bin-abdul-wahhab/

    BalasHapus
  30. ABDUL WAHHAB BIN ABDIRRAHMAN BIN RUSTUM yang katanya wafat tahun 197 H itu cuma dongeng karangan Wahabi pak.
    Sekarang ada tidak pengikut Rustum?
    Padahal Fitnah itu makin dekat kiamat makin banyak.
    Artinya kalau pengikut Rustum sudah tak ada, berarti Fitnah sudah tidak ada dong? Itu berlawanan dgn hadits.
    Muhammad bin Abdul Wahhab itulah fitnahnya
    Para ulama sepakat Wahabi itu adalah pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab. Bukan Rustum.
    Kalau Rustum, Rustumi namanya... :)

    Sumber Fitnah itu di Najd (di antaranya kota Riyadh), tempat kelahiran Muhammad bin Abdul Wahhab:

    Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
    Bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda sambil menghadap ke arah timur: Ketahuilah, sesungguhnya fitnah akan terjadi di sana! Ketahuilah, sesungguhnya fitnah akan terjadi di sana. Yaitu tempat muncul tanduk setan. (Shahih Muslim No.5167)


    Ibnu Umar berkata, “Nabi berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, Terhadap Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, ‘Dan Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam. Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Yaman.’ Maka, saya mengira beliau bersabda pada kali yang ketiga, ‘Di sana terdapat kegoncangan-kegoncangan (gempa bumi), fitnah-fitnah, dan di sana pula munculnya tanduk setan.’” [HR Bukhari]

    http://kabarislam.wordpress.com/2012/01/16/najd-tempat-khawarijfitnah-di-najd-atau-di-iraq/

    BalasHapus
  31. Wahabi itu ahlussunnah...silakan baca kitab2nya...jangan terpancing oleh penganut sufi yg mengagungkan nasab...bahkan Nabi SAW pernah bersabda yg tertuang dalam hadits soheh: apabila amalmu memperlambat maka nasabmu tidak akan mempercepat....

    BalasHapus
  32. Betulkah Wahabi itu Ahlus Sunnah?
    Tulisan dan Pidato Wahabi dgn ayat2 Al Qur'an dan Hadits memang cukup memukau. Tapi apakah mereka amalkan?
    http://kabarislam.wordpress.com/2012/01/04/salafi-wahabi-memecah-belah-islam-dari-dalam/
    Al Qur'an (Surat Al Hujuraat) melarang Su'u Zhon/Buruk Sangka. Apakah Wahabi mengamalkan itu?
    Al Qur'an melarang ghibah dan caci maki. Apakah Wahabi mengamalkan itu?
    Al Qur'an melarang mengkafirkan sesama Muslim. APakah Wahabi mengamalkan itu?
    Coba hitung, mana yg lebih sering Wahabi ucapkan: Tasbih, Tahmid, dan Takbir, apa Bid'ah, Syirik, dan Kafir yg ditujukan kepada ummat Islam?

    “Akan keluar suatu kaum dari umatku, mereka membaca Alquran, bacaan kamu dibandingkan dengan bacaan mereka tidak ada apa-apanya, demikian pula shalat dan puasa kamu dibandingkan dengan shalat dan puasa mereka tidak ada apa-apanya. Mereka membaca Alquran dan mengiranya sebagai pembela mereka, padahal ia adalah hujjah yang menghancurkan alasan mereka. Shalat mereka tidak sampai ke tenggorokan, mereka lepas dari Islam sebagaimana melesatnya anak panah dari busurnya.” (HR. Abu Dawud)

    “Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kamu adalah seseorang yang telah membaca (menghafal) al-Qur’ân, sehingga ketika telah tampak kebagusannya terhadap al-Qur’ân dan dia menjadi pembela Islam, dia terlepas dari al-Qur’ân, membuangnya di belakang punggungnya, dan menyerang tetangganya dengan pedang dan menuduhnya musyrik”. Aku (Hudzaifah) bertanya, “Wahai nabi Allâh, siapakah yang lebih pantas disebut musyrik, penuduh atau yang dituduh?”. Beliau menjawab, “Penuduhnya”. (HR. Bukhâri dalam at-Târîkh, Abu Ya’la, Ibnu Hibbân dan al-Bazzâr. Disahihkan oleh Albani dalam ash-Shahîhah, no. 3201).


    Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2012/01/19/ciri-khawarij-tak-mengamalkan-al-quran-dan-membunuh-muslim/

    BalasHapus
  33. Kalau Arab Saudi, sebagai pusat Islam sudah dikuasai aliran wahabi, saya kira akan sangat buruk akibatnya bagi kerukunan umat Islam di seluruh dunia

    BalasHapus
  34. Tulisan anda membuat wawasan saya terhadap Wahabi semakin luas. tapi bisa kah anda jelaskan dgn sederhana, bagaimana bisa gerakan Muhammad bin Abdul wahab sebagai salah satu sebab runtuhnya Khilafah Utsmani, padahal semua tahu bahwa gerakan ini berdiri sekitar tahun 1811 M, sedang Khilafah runtuh sekitar tahun 1922 M. ?

    Kalo berkenan, anda juga bisa buka link ini sebagai pembanding http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/16/pemberontakan-muhammad-bin-abdul-wahab-dan-keluarga-saud-terhadap-negara-khilafah-utsmani/

    BalasHapus
  35. Kekhalifahan Turki Usmani, meski di Peta disebutkan meliputi Balkan, Afrika Utara, dan Timur Tengah, sebetulnya kepemimpinannya juga diakui para sultan di India dan Indonesia:
    http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Utsmaniyah
    Dengan Bughotnya Arab Saudi oleh Ibnu Su'ud yang dibantu Muhammad bin Abdul Wahhab serta Inggris, otomatis melemahkan Kekhalifahan Turki Usmani yang harus berhadapan dengan Eropa (Inggris, Perancis, Italia, dsb).
    Meski Muhammad bin Abdul Wahhab serta Ibnu Su'ud meninggal, namun keturunan mereka keluarga Saudi dan Ulama Wahabi yg bekerjasama dgn Zionis Inggris (dan sekarang AS) tetap memberontak thd Turki dan bersekutu dgn musuh Kekhalifahan Turki Usmani sehingga akhirnya Kekhalifahan Turki Usmani jadi lemah dan hancur.

    BalasHapus