Iklan 2

Selasa, 17 Februari 2015

Pelintiran thd Ustad Arifin Ilham tentang Jihad Lawan Syi'ah


Ustad Arifin Ilham: "memasang sepanduk (menghina Syi'ah) itu pun bukan perintah Majlis Az Zikra, apalagi perintah abang. Itu bukan pola da'wah abang."
===
Sesuai dugaan saya, memasang spanduk menghujat 1 kaum sbg sesat itu bukan pola dakwah Ustad Arifin Ilham. Lebih mirip pola gerombolan Wahabi yg menyusup. Dari berita di Arrahmah memang ada orang2 Wahabi yg membangun musholla dekat masjid Az Zikra yang kemudian dibantu oleh Ustad Arifin.

Beda dgn Wahabi yg memelintir pernyataan Ustad Arifin agar timbul perang saudara dgn isyu Sunni vs Syi'ah, Ustad Arifin justru lebih membuka ruang taubat. Berharap mereka yang sesat dapat hidayah Allah. Bukan justru memerangi dan membunuh mereka. Perang itu sekedar bela diri.

Pernyataan Ustad Arifin yang diplintir Media Wahabi seperti menyeru "Jihad melawan Syi'ah) sebagaimana di Suriah itu berlawanan dgn pesan yg sebenarnya. Ini pesan utama Ustad Arifin:
"kalau HAQ tujuannya maka sabar dan kasih sayang strateginya. Memang menyakitkan apa yang mereka perbuat tetapi membuka ruang untuk bertaubat jauh lebih utama, lebih mulia, lebih indah daripada hancur hancuran yg justru banyak syetan yg menyanyi gembira."
===

Itulah paham Aswaja yang sebenarnya. Dakwah dgn Maw-izhotul Hasanah dan Bil Hikmah. Bukan hancur2an seperti Wahabi dan Syi'ah yang main bunuh2an sehingga seluruh rakyat menderita.

Cuma dari sini Aswaja harus mempersiapkan pasukan sendiri. Wahabi seperti Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) di Yogya sudah membentuk 5000 pasukan bersenjata samurai dan bisa jadi punya beberapa senjata api. Di beberapa tempat di Yogya Maulid dibubarkan dan ada makam wali yang dihancurkan.

Sementara gerombolan Syi'ah meski jumlahnya kurang dari 50 ternyata juga ada. Jadi memang sudah waktunya Ustad Arifin membentuk pasukan di perkampungan Az Zikra dgn senjata samurai dan juga senjata api jika ada gerombolan preman menyerbu lagi, bisa diusir ke luar dgn mudah. Sebab intelijen polisi dan TNI sepertinya tidak berfungsi sehingga tidak bisa mendeteksi gerombolan preman yang menyerang.

Cuma dari Surat Terbuka Ustad Arifin Ilham ke Ayahanda Jokowi di bulan Januari 2015 yang cukup pedas, aneh jika Ustad Arifin tidak dibully begitu saja oleh pendukung yg fanatik. Kemudian pemasangan spanduk "Menolak Syi'ah) yang ternyata tidak dipasang oleh Ustad Arifin mau pun anak buahnya di Majelis Az Zikra, kemungkinan dipasang oleh kaum Wahabi yg berada di sekitar situ. Cepatnya respon Gerombolan Syi'ah menyerang sebelum Ustad Arifin bertanya siapa yg memasang dan menurunkannya, ini juga aneh. Sepertinya memang sudah diatur.

Dan memang isyu Sunni vs Syi'ah tengah marak di Indonesia. Bisa jadi Indonesia sbg Muslim terbesar di dunia jadi sasaran berikutnya setelah Libya, Suriah, Iraq, Mesir, dsb. Jadi waspadai AS, Arab Saudi, Qatar, dan Iran beserta lembaga2 Islam yg dapat bantuan dari negara2 tsb.

https://www.facebook.com/kh.muhammad.arifin.ilham/photos/pcb.10153189349039739/10153189347259739/?type=1&theater

Tidak ada komentar:

Posting Komentar