Iklan 2

Kamis, 31 Oktober 2013

Jasa-jasa Soekarno


Saat seorang Muslim meninggal, hendaknya tulis kebaikannya. Atau diam saja. Sebab menulis keburukannya ibarat makan daging mayat saudaranya sendiri. Kalau pun menulis keburukannya, coba tulis juga kebaikannya. Bagaimana Soekarno membuat Uni Soviet yang komunis membuka kembali Masjid St Petersburg yang mereka jadikan gudang sehingga ummat Islam bisa kembali sholat. Soekarno juga mengirim senjata bagi negara2 Islam seperti Aljazair dan Palestina meski resikonya bisa diserang PBB dan AS.
Belum lagi jasa Soekarno sebagai orang pertama yang memproklamasikan "KEMERDEKAAN INDONESIA" sehingga Indonesia jadi Merdeka. Jika tidak mau berterimakasih kepada Soekarno tentang itu, minimal tidak melakukan ghibah terhadapnya:

“Orang yang tidak berterima kasih kepada manusia, berarti ia tidak bersyukur kepada Allah” (HR. Tirmidzi no.2081, ia berkata: “Hadits ini hasan shahih”)

Jangan suka mencaci-maki orang yang sudah meninggal karena itu menunjukkan buruknya akhlak:

Aisyah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, “Janganlah kamu mencaci maki orang-orang yang telah meninggal dunia. Karena, sesungguhnya mereka telah sampai pada apa yang mereka dahulukan (amalkan, baik atau buruk).” [HR Bukhari]

Dari ‘Aisyah Ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah mencaci maki orang-orang yang telah mati, karena mereka telah sampai pada balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” Riwayat Bukhari.


Ada hadits Nabi yg menceritakan bagaimana seorang PELACUR YAHUDI masuk surga hanya karena memberi minum SEEKOR ANJING. Bagaimana dgn jasa Soekarno yg MUSLIM terhadap ratusan juta rakyat Indonesia, Uni Soviet, Aljazair, Palestina, dsb? Allah mengganjar kebaikan dgn pahala 10x lipat. Kejahatan hanya 1 x. Itu pun jika tobat di akhir hayatnya bisa diampuni Allah selama dosa tsb hanya kepada Allah. Bukan kepada sesama manusia. Jadi jangan mudah memvonis seorang Muslim sbg masuk neraka dsb. Belum tentu yang memvonis tsb bisa masuk surga karena dia telah berlaku ghibah thd orang yg dia fitnah.

Pada suatu ketika ada seekor anjing berputar-putar di sekitar sebuah sumur, hampir saja ia terbunuh oleh kehausan, tiba-tiba ada seorang pezina -perempuan- dari golongan kaum pelacur Bani Israil melihatnya. Wanita itu lalu melepaskan sepatunya kemudian mengambilkan air untuk anjing tadi dan meminumkan air itu padanya, maka dengan perbuatannya itu diampunilah wanita tersebut." [HR Bukhari dan Muslim] 


BUNG KARNO SELUNDUPKAN SENJATA DARI SOVYET KE ALJAZAIR


Tapi peran Sukarno bagi Aljazair tak berhenti di situ. Pada 1957, ia menyelundupkan senapan mesin bagi Front Nasional Pembebasan Aljazair untuk melawan Prancis. Misi rahasia ini melibatkan dua kapal selam yang dipesan Indonesia dari Uni Soviet. Setelah berlayar dari Moskow menuju Aljazair, barulah kapal selam itu melanjutkan perjalanan ke Tanah Air.

Pada 1949 hingga 1958, Uni Soviet memang memproduksi 236 kapal selam kelas Whiskey, yang 12 di antaranya dibuat untuk Indonesia. Bahkan, menurut Abdelhamid Mehri, pejuang Aljazair yang meninggal pada 30 Januari 2012, Sukarno tak cuma menyuplai senjata dari Moskow, tapi juga mengirimkan perwira-perwira TNI dari berbagai angkatan untuk melatih pejuang Aljazair.

Ketika Guntur bertanya apakah Bung Karno tidak takut pada sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB/UN) karena melanggar hukum internasional, dia membalas dengan suara kentut yang besar! Ya, dia bilang kalau PBB berani menghukumnya karena membantu negara lain lepas dari penjajahan, dia akan mengentuti badan internasional itu. 

“Soal kemerdekaan, soal menghancurkan imperialisme, itu buatku nomor satu,” ujarnya seperti dikutip Guntur dalam buku Bung Karno, Bapakku Kawanku, Guruku.

http://jihad-defence-indonesia.blogspot.com/2013/06/bung-karno-selundupkan-senjata-dari.html


Sejarah mencatat, pemerintahan komunis Uni Soviet yang melarang kegiatan agama, telah  mengambil alih dan menutup masjid Saint Petersburg tersebut pada tahun 1940. Kemudian menjadikannya sebagi gudang hingga tahun 1956. 

Kenapa sampai tahun 1956? 

Pada tahun 1956 itu, sejarah mencatat Presiden Republik Indonesia, Bung Karno bersama putri kecilnya, Megawati Soekarno Putri, mengunjungi kota Saint Petersburg yang kala itu masih bernama Leningrad.

Kekecewaan berat menerpa sang pemimpin besar revolusi Indonesia itu ketika  mengetahui kondisi masjid tersebut yang diperlakukan tidak selayaknya sebagai masjid, tetapi sebagai gudang. Kekecewaan itulah yang kemudian disampaikan Presiden Soekarno kepada Presiden Uni Soviet Nikita Kruschev pada jamuan kenegaraan di Kremlin. Presiden Soekarno tidak sekedar mengharapkan Kruschev memfungsikan kembali Masjid Saint Petersburg melainkan mengharapkan pula agar masjid itu boleh digunakan oleh umat Islam Saint Petersburg untuk beribadah. 

Permintaan Presiden Soekarno itu seperti mustahil dikabulkan oleh presiden Uni Soviet yang tegas menerapkan Marxisme dalam bernegara. 

Anehnya, sepuluh hari setelah kepulangan Presiden Soekarno ke Indonesia, secara mengejutkan keluar perintah resmi dari Kremlin untuk memfungsikan kembali Masjid Saint Petersburg, bahkan mengembalikan masjid itu kepada kaum Muslim tanpa syarat apa pun. Kado dari Presiden Soekarno itu sangat mengejutkan umat Islam Saint Petersburg, dan sejarah inilah yang kemudian menjadi sebuah kenangan manis yang abadi bagi Muslim Saint Petersburg hingga saat ini. Kharisma Bung Karno memang luar biasa, berhasil mengubah kebijakan pemerintah otoriter yang bertentangan dengan prinsip-prinsip ideologisnya.  
http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,50-id,38572-lang,id-c,esai-t,Masjid+St+Petersburg+dan+Presiden+Soekarno-.phpx  

Soekarno Dikenang Muslim Rusia karena Pernah Minta Masjid untuk Mereka

Jangan suka mencaci-maki orang yang sudah meninggal karena itu menunjukkan buruknya akhlak:

Aisyah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, “Janganlah kamu mencaci maki orang-orang yang telah meninggal dunia. Karena, sesungguhnya mereka telah sampai pada apa yang mereka dahulukan (amalkan, baik atau buruk).” [HR Bukhari]

Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah mencaci maki orang-orang yang telah mati, karena mereka telah sampai pada balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” Riwayat Bukhari.

Hadits ke-66
Tirmidzi juga meriwayatkan hadits serupa dari al-Mughirah Radliyallaahu ‘anhu dengan tambahan: “Karena dengan begitu kamu menyakiti orang-orang yang masih hidup.”

Sebetulnya ajaran Islam itu mulia. Mengajarkan pengikutnya untuk berakhlak mulia. Sayang jarang ada yang mengamalkannya sehingga ada yang senang mengumpat, tajassus/mencari2 aib orang, ghibah, dan sebagainya:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” [Al Hujuraat 11]

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” [Al Hujuraat 12]

Seorang mukmin bukanlah pengumpat, pengutuk, berkata keji atau berkata busuk. (HR. Bukhari dan Al Hakim)



Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2011/10/27/menghormati-jenazah-orang-mati/

Salah cara untuk mensyukuri nikmat Allah adalah dengan berterima kasih kepada manusia yang menjadi perantara sampainya nikmat Allah kepada kita. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Orang yang tidak berterima kasih kepada manusia, berarti ia tidak bersyukur kepada Allah” (HR. Tirmidzi no.2081, ia berkata: “Hadits ini hasan shahih”)



Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2011/03/29/bersyukur-kepada-allah/

Satu tulisan di Media "ISLAM" yang isinya kok Ghibah semua? Tidak ada kebaikan sedikitpun yang disebut di situ:

Hitam Putih Presiden Soekarno

Tidak ada komentar:

Posting Komentar