Iklan 2

Rabu, 05 Juni 2013

Persatuan Ulama Syam: Fatwa Takfiri Adu Domba Yusuf Qaradhawi Sesat

Ulama Syams


Siapa pun dia kalau bertentangan dgn Al Qur'an dan Hadits, wajib kita tentang. Dalam Islam itu yg diakui IJMA' ULAMA. KESEPAKATAN PARA ULAMA. Bukan pendapat pribadi seorang Ulama. Qaradhawi salah dalam hal: Bughot, membunuh sesama Muslim, Adu Domba, dsb.


Harusnya Qaradhawi melarang para pemberontak Bughot. Kalau itu dilakukan, niscaya Suriah damai. Sebab korban besar 90 ribu orang yg 24 ribu di antaranya tentara Suriah itu justru akibat Bughot dari Maret 2011. Sebelumnya Suriah aman2 saja. Coba, berapa jumlah korban yang dibantai Assad tahun 2010, 2009, 2008, atau 2007? Tidak ada bukan?


Kalau kita mengikuti apa yang dikatakan Qaradhawi agar 1,7 milyar Sunni membunuh 100 juta orang Syi'ah, niscaya kita akan masuk neraka.


Kata pepatah: Menang jadi Arang, Kalah jadi Abu. Perang Iran-Iraq mengakibatkan 1 juta orang tewas. Sunni dan Syi'ah. Rp 10 ribu Trilyun hilang akibat perang. Perang Suriah juga 90 ribu orang tewas dgn kerugian ratusan juta trilyun rupiah. Yang tewas juga Sunni dan Syi'ah. Coba kalau kita mengikuti ADU DOMBA YUSUF QARADHAWI agar 1,7 milyar Muslim Sunni membunuh 100 juta Muslim Syi'ah. Berapa ratus juta Muslim yang akan tewas? Berapa ratus ribu Trilyun yang akan hilang karenanya? Jadi Fatwa Takfir Yusuf Qaradhawi itu cuma Adu Domba yang menyesatkan dan merugikan ummat Islam.


Alangkah baiknya kalau Yusuf Qaradhawi berfatwa agar ummat Islam menyerang Yahudi di Israel dan Budha di Myanmar yang jelas2 kafir dan membantai ummat Islam.


Bughot itu haram bahkan thd Fir’aun sekalipun (Thaahaa 43-44) dan hukumannya adalah mati:


Arfajah Ibnu Syuraih Ra berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa datang kepadamu ketika keadaanmu bersatu, sedang ia ingin memecah belah persatuanmu, maka bunuhlah ia.” Riwayat Muslim.


Dari Abu Said al Khudriy bahwa Rasulullah saw bersabda,”Apabila ada baiat kepada dua orang khalifah maka bunuhlah yang terakhir dari keduanya.” (HR. Ahmad)


Terhadap seorang rakyat yang menghina dirinya, Khalifah Umar bin Abdul Aziz berkata:
“Aku tidak seburuk Fir’aun
Dan Kamu tidak sebaik Musa.
Apa firman Allah kepada Musa:
“Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas; maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.” [Thaahaa 43-44]


Membunuh sesama Muslim tempatnya neraka:


Jika terjadi saling membunuh antara dua orang muslim maka yang membunuh dan yang terbunuh keduanya masuk neraka. Para sahabat bertanya, “Itu untuk si pembunuh, lalu bagaimana tentang yang terbunuh?” Nabi Saw menjawab, “Yang terbunuh juga berusaha membunuh kawannya.” (HR. Bukhari)


Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2013/04/23/hukum-bughot-pemberontakan-dalam-islam/


Mengapa para Ulama yang faqih seperti Syekh Al Buthi, Syeikh Ahmad Hassoun, para Ulama NU, dsb menentang Bughot?


Itu karena kerusakan yang ditimbulkannya jauh lebih besar daripada manfaat yang belum tentu didapat.


Sebagaimana bughot di Libya, Khilafah tidak dapat. Tapi yang jelas 30 ribu Muslim di Libya tewas. Dan jumlahnya akan terus bertambah karena masih ada perang antar kelompok.


Kalau Bughot terjadi di Indonesia, korban tewas bisa jutaan (saat G30 S PKI ada 1 juta yg tewas), yang luka/cacat bisa puluhan juta, yang kehilangan rumah bisa puluhan juta, yang tak bisa kerja/cari uang juga bisa puluhan juta orang. Padahal belum tentu Khilafah didapat. Itu baru sekedar zhon atau angan-angan.


Mudah2an kita bukan termasuk orang2 yang gemar berbuat kerusakan:


“Dan bila dikatakan kepada mereka:”Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.”


Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. [Al Baqarah 11-12]


Lakukan dakwah dengan baik. Dengan sabar.


Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik…” (QS An-Nahl: 125).


Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2012/11/30/cara-nabi-berdakwah-islam/


Persatuan Ulama Syam mengeluarkan pernyataan dan menyebut fatwa-fatwa takfiri Syeikh Yusuf Qaradawi yang berafiliasi dengan rezim Qatar bertentangan dengan Ushuluddin dan Sunnah.
------------------------------------------------------------


Menurut laporan Mehr News (4/6) mengutip kantor berita Suriah SANA, Persatuan Ulama Syam menegaskan, fatwa-fatwa takfiri Qaradawi dan provokasinya untuk penumpahan darah di Suriah keluar dari Ushuluddin, Hadis dan Sunnah Nabi Muhammad Saw.


Persatuan Ulama Syam ini dalam pernyataannya menyebutkan, perilaku dan kinerja Qaradawi sebagai Ketua Persatuan Ulama Internasional telah menyoal posisi lembaga ini.


Dalam pernyataan itu juga disebutkan bahwa umat Islam benar-benar membutuhkan tokoh yang melindungi darah anak-anaknya dan berusaha mencari solusi dari fitnah yang telah menjerumuskan umat ke dalam nasib yang tidak menentu dan akhir yang tidak jelas.


Ulama Persatuan Ulama Syam meminta generasi umat Islam berusaha mencari faktor-faktor yang mempererat persatuan, solidaritas dan solusi untuk keluar dari fitnah ini.


Syeikh Qaradawi beberapa waktu lalu mengeluarkan pernyataan yang memprovokasi umat Islam untuk menyerang Hizbullah dan para pemeluk Syiah. Ia juga memobilisasi umat Islam dari mazhab Ahli Sunnah untuk berperang bersama kelompok teroris Jabhah al-Nusra. (IRIB Indonesia / SL)

2 komentar:

  1. salafy is dead9 Juni 2013 03.40

    Bismillahirahmanirrahim.

    Allohumma sholli ala Muhammad wa ali Muhammad.

    singkat saja, semoga Allah membalas fatwa Qardawi dg balasan setimpal. Membalasnya dg sekerasnya karena darah ratusan ribu rakyat suriah yg tumpah sia2 karena fatwa sesat qordowi..

    BalasHapus