Iklan 2

Senin, 03 September 2012

Dakwah itu Mengajak ke ISLAM. Bukan ke Kelompok/Golongan!




Tulisan Ustad Ahmad Sarwat ini sesuai dengan apa yang saya amati. Dakwah harusnya mengajak kepada ISLAM. Bukan kepada golongannya sendiri. Tak jarang karena ekstrim, akhirnya mereka merasa 1 golongan yang benar dan ummat Islam lainnya adalah 72 golongan yang sesat.


Alih2 mengajak orang2 kafir ke dalam Islam, mereka justru mengKafirkan orang Islam. Mereka justru memecah-belah dan melemahkan Islam. Mereka adu domba/namimah sesama Muslim sehingga ummat Islam jadi bersemangat untuk "mengasah golok" buat membantai sesama Muslim.


Mudah2an kita bisa waspada akan "ustad" dan media kelompok ekstrim ini:


“Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” [Ar Ruum:32]


“Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.” [Al An’aam:159]



http://media-islam.or.id/2011/03/13/ummat-islam-itu-satu-dan-jangan-berpecah-belah/








  • DAKWAH ITU MENGAJAK KEPADA ISLAM

    Gerakan dakwah, apa pun namanya, selalu mengajak orang ke arah Islam. Selain mengajak untuk masuk menjadi orang Islam, orang yang didakwahi itu diajak untuk menjalankan kehidupan sesuai dengan aturan dan ketentuan syariah Islam.

    Sayangnya, dari begitu banyak gerakan yang mengaku sebagai gerakan dakwah, sulit dicari yang niat dan tujuannya betul-betul original seperti itu.

    Yang lebih sering kita temukan adalah gerakan yang mengaku sebagai gerakan dakwah, tetapi dalam prakteknya selalu mengajak orang untuk masuk ke dalam kelompoknya atau jamaahnya sendiri.

    Dan biasanya sambil juga memberi penilaian yang bernada minor kepada gerakan yang lain, sambil dicari-cari kesalahan dan kekuranganya.

    Maka sebuah gerakan dakwah akan kehilangan jati diri dan hakikatnya ketika sudah tidak lagi mengajak orang kepada kehidupan yang islami, tetapi terjebak mengajak orang masuk ke dalam kelompok dan jamaahnya, serta hanya berpikir membesarkan kelompok masing-masing.

    Sebuah gerakan dakwah yang hakiki seharusnya sudah tidak terlalu peduli dengan kepentingan kelompok dan jamaah. Sebab tujuan adanya gerakan dakwah bukan kesana. Tujuannya semata-mata mengajak orang kepada Islam, dan bukan bagaimana kelompok dan jamaahnya banyak diikuti orang




 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar