Iklan 2

Senin, 19 Maret 2012

Hidayatullah.com: Salafi Wahabi Hancurkan Makam Syekh Al Asmar


Wahabi... Wahabi...


Kalau menghancurkan berhala, saya setuju ada sunnahnya.
Tapi menghancurkan makam orang saleh? Apa benar Nabi pernah berbuat begiitu?
Yang ada adalah Nabi menghormati orang yg telah meninggal:
Nabi: "Apabila kamu melihat jenazah, maka berdirilah. Barangsiapa yang mengantarkannya, maka janganlah ia duduk sebelum jenazah itu diletakkan." [HR Bukhari]
Nabi sholat di depan kuburan guna mensholati jenazah yg sudah dikubur:


Ibnu Abbas r.a. mengatakan bahwa Rasulullah lewat dekat sebuah kuburan yang baru semalam dikuburkan, (dan beliau bertanya tentang orang itu, "Siapakah ini?" Mereka menjawab, "Fulan." 2/93). Lalu beliau bertanya lagi, "Kapan mayit ini dikuburkan?" Mereka menjawab, "(Dikuburkan 2/90) tadi malam." Nabi bertanya, "Mengapa kalian tidak memberitahukan kepadaku?" Mereka menjawab, "Kami kuburkan ia tengah malam yang sangat gelap. Karena itu, kami tidak mau membangunkan engkau." Nabi berdiri, dan kami berbaris di belakang beliau untuk shalat." Ibnu Abbas berkata, "Aku ketika itu berada di antara mereka, lalu beliau menshalatinya, (dan bertakbir empat kali)." [HR Bukhari]


Dan Nabi memerintahkan Ziarah Kubur:
Dari Buraidah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Saya telah pernah -dahulu- melarang engkau semua perihal ziarah kubur, tetapi sekarang berziarahlah ke kubur itu!" (Riwayat Muslim) Dalam riwayat lain disebutkan: "Maka barangsiapa yang hendak berziarah kubur, maka baiklah berziarah, sebab ziarah kubur itu dapat mengingatkan kepada akhirat."


Dari Aisyah radhiallahu 'anha, katanya: "Rasulullah s.a.w. itu setiap malam gilirannya di tempat Aisyah, beliau s.a.w. lalu keluar pada akhir malam ke makam Baqi', kemudian mengucapkan -yang artinya-: "Keselamatan atasmu semua hai perkampungan kaum mu'minin, akan datang padamu semua apa-apa yang engkau semua dijanjikan besok yakni masih ditangguhkan waktunya. Sesungguhnya kita semua ini Insya Allah menyusul engkau semua pula. Ya Allah, ampunilah para penghuni makam Baqi' Algharqad ini."[54] (Riwayat Muslim)


Dari Buraidah r.a., katanya: "Nabi s.a.w. mengajarkan kepada mereka -para sahabat- jikalau mereka keluar berziarah ke kubur supaya seseorang dari mereka mengucapkan -yang artinya-: "Keselamatan atasmu semua hai para penghuni perkampungan-perkampungan -yakni kubur-kubur- dari kaum mu'minin dan Muslimin. Sesungguhnya kita semua Insya Allah menyusul engkau semua. Saya memohonkan kepada Allah untuk kita dan untukmu semua akan keselamatan." (Riwayat Muslim)


Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah s.a.w. berjalan melalui kubur-kubur Madinah lalu beliau menghadap kepada mereka -penghuni-penghuni kubur-kubur- itu dengan wajahnya, kemudian mengucapkan -yang artinya-: "Keselamatan atasmu semua hai para ahli kubur, semoga Allah memberikan pengampunan kepada kita dan kepadamu semua. Engkau semua mendahului kita dan kita akan mengikuti jejakmu." Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan.


Itulah Sunnah Nabi.
Kalau menghancurkan Kuburan orang Saleh itu sunnah siapa ya? Sebab Nabi tidak pernah melakukannya.
Apa Sunnah Muhammad bin Abdul Wahhab yang menganggap orang yang menziarahi kubur sebagai Penyembah Kuburan?
http://kabarislam.wordpress.com/2012/03/03/muhammad-bin-abdul-wahhab


Ada kemungkinan kasus pembongkaran Makam Mbah Priok di Koja akibat ulah Wahabi yg ada di MUI Jakarta Utara yg menuduh ada penyimpangan. Puluhan orang luka2 dan beberapa tewas karenanya. Padahal jika ada penyimpangan, bukan makamnya yg dibongkar. Tapi lakukan dakwah yg benar dgn hikmah:


http://metro.vivanews.com/news/read/169981-mui--ziarah-kubur-mbah-priok-menyimpang


dan


http://gresnews.me/topic/Makam-Mbah-Priuk



Salafy Libya Hendak Hancurkan Makam Syeikh Al Asmar


Sabtu, 10 Maret 2012

Hidayatullah.com--Juru bicara Tajammu’ Tsuwar Libya (Perserikatan Pro Revolusi Libya) menyampaikan bahwa pihaknya memperoleh informasi adanya gerakan lebih dari 200 kendaraan tempur dan 3000 personel pasukan yang menamakan diri sebagai Liwa Tsuwar Libya (Panji Pro Revolusi Libya) bentukan pasukan Salafy dari berbagai wilayah menuju ke kota Zliten untuk menghancurkan makam di wilayah itu, demikian lansir Bawwabah Al Ahram (9/3/2012).


Pihak At Tajammu` juga menambahkan bahwa gerakan pasukan Salafiyah ke Zliten bertujuan untuk menghancurkan makam Syeikh Abdussalam Al Asmar yang berada di kota tersebut.


Syeikh Abdussalam Al Asmar sendiri merupakan seorang faqih madzhab Maliki yang wafat pada tahun 981 H yang menjadi guru rujukan mayoritas ulama Malikiyah Libya di waktu itu. Ulama yang juga tokoh sufi ini mendirikan masjid dan pusat pendidikan Islam di Zilten yang kini berumur lebih dari 500 tahun yang dikenal sebagai Zawiyah Syeikh Abdussalam Al Asmar. Namanya juga diabadikan sebagai nama universitas Islam di Zliten Jami’ah Al Asmariyah yang berkonsentrasi di bidang ilmu syariah.


Komentar seorang Wahabi:


Abdol , Sabtu, 10 Maret 2012
karena meraka ( masyarakat sekitarnya ) tidak menggunakan makam seperti yang diajarkan oleh Islam.


Sumber:


http://hidayatullah.com/read/21604/10/03/2012/salafy-libya-hendak-hancurkan-makam-syeikh-al-asmar.html

5 komentar:

  1. Berita tsb insya Allah benar.
    Lagi pula ada kaum Salafi Wahabi kerap menyebut orang yg ziarah kubur sbg penyembah kuburan.
    Ini ada berita tambahannya:
    http://www.hidayatullah.com/read/21636/12/03/2012/libya-fatwakan-larangan-membongkar-makam.html
    Muhammad bin Abdul Wahhab sendiri saya baca sering melakukan peperangan melawan penduduk Najd, Thaif, Mekkah, Medinah, dan juga Turki dan Mesir. Semua yg diperanginya itu Muslim.
    Di antaranya ya menghancurkan kuburan dgn dalih memberantas kemusyrikan.
    Silahkan baca ini dari situs Arrahmah.com yg pro Wahabi:
    Sudah diketahui umum, masjid-masjid yang terpengaruh mazhab atau pemikiran Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab atau sering disebut dengan istilah “wahabi” dibangun secara sangat sederhana tanpa hiasan apapun. Mereka juga menghancurkan batu-batu nisan dan kuburan
    http://arrahmah.com/read/2011/11/22/16492-syekh-muhammad-bin-abdul-wahhab-pejuang-tauhid-yang-memurnikan-islam.html

    Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab berkerjasama secara sistematis dan saling menguntungkan dengan keluarga Saud untuk menegakkan Islam.
    Selanjutnya, pengikut Syekh Abdul Wahhab makin lama makin bertambah. Sementara itu, keluarga Saud yang hampir seluruh kehidupanya terlibat dalam peperangan dengan kepala-kepala suku lainnya selama 28 tahun, secara perlahan namun pasti memasuki masa kejayaannya.
    Keluarga Ibnu Saud, sebagai pendukung dan unsur utama garakan ini segera menaklukkan hampir seluruh semenanjung Arab, termasuk kota-kota suci Mekkah dan Madinah.

    Itu dari Situs Arrahmah.com yg pro Wahabi.
    Coba anda cerna, teliti, dan pahami.
    Yg diperangi oleh Muhammad bin Abdul Wahhab bersama Ibnu Saud itu bukan suku2 biasa. Mereka itu termasuk penduduk Mekkah adalah ummat Islam.
    Menurut anda bolehkah kita memerangi dan membunuh sesama Muslim?

    BalasHapus
  2. Jangankan membunuh manusia muslim,membunuh yg non muslim aja klau tdk ada sbb musababnya pasti tdk boleh/adalah dosa besar,jangan sekali kali mengikuti manusia yg tak py prikemanusiaan,kebinatangan &pri tumbuh tumbuhan..ttpi ikutilah jejak nabi muhammad sallahi alaiwesallam dan kitab suci alquran..itu bru betul...

    BalasHapus
  3. lalu bagaimana pendapat antum ketika abu bakar menyerang orang yang menolak membayar zakat, atau aisyah berperang dengan ali. bukankah mereka muslim juga?.atau ketika muawiyah berperang dengan ali, ada shahabat yang berfihak pada muawiyah ada pula berfihak pada ali, ....dan peperangan itu pastinya menumpahkan darah, bahkan mencapai ribuan nyawa.siapa diantara mereka semua yang antum jadikan penjahatnya, dituduh kejam dan haus darah kaum muslimin sendiri? saya tidak pernah pro dengan kekerasan, tapi cobalah melihat aktifitas wahabi (istilah antum) dari kaca mata mereka. sehingga mungkin kita akan lebih faham maksud tujuan yang mereka lakukan. sehingga kita lebih arif untuk ,menyikapi. jangan lupa, sejarah selalu memiliki banyak sisi

    BalasHapus
  4. Abu Bakar, Siti 'Aisyah, Ali, dan beberapa sahabat lainnya itu sudah dijamin masuk surga oleh Nabi.
    Ada pun Wahabi, mana dalilnya?
    Kalau tidak ada dalilnya, Bid'ah itu.
    Ada juga hadits2 Nabi yang menyebut akan timbul FITNAH DARI NAJD. Yaitu tempat lahir pendiri Wahabi: Muhammad bin Abdul Wahhab An Najdi.
    Silahkan baca pelan-pelan dan dipahami:

    Ibnu Umar berkata, “Nabi berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, Terhadap Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, ‘Dan Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam. Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Yaman.’ Maka, saya mengira beliau bersabda pada kali yang ketiga, ‘Di sana terdapat kegoncangan-kegoncangan (gempa bumi), fitnah-fitnah, dan di sana pula munculnya tanduk setan.’” [HR Bukhari]
    Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
    Bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda sambil menghadap ke arah timur: Ketahuilah, sesungguhnya fitnah akan terjadi di sana! Ketahuilah, sesungguhnya fitnah akan terjadi di sana. Yaitu tempat muncul tanduk setan. (Shahih Muslim No.5167)
    حدثنا عبد الله ثنا أبي ثنا أبو سعيد مولى بنى هاشم ثنا عقبة بن أبي الصهباء ثنا سالم عن عبد الله بن عمر قال صلى رسول الله صلى الله عليه و سلم الفجر ثم سلم فاستقبل مطلع الشمس فقال ألا ان الفتنة ههنا ألا ان الفتنة ههنا حيث يطلع قرن الشيطان
    Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah yang menceritakan kepada kami ayahku yang berkata telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id mawla bani hasyim yang berkata telah menceritakan kepada kami Uqbah bin Abi Shahba’ yang berkata telah menceritakan kepada kami Salim dari ‘Abdullah bin Umar yang berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan shalat fajar kemudian mengucapkan salam dan menghadap kearah matahari terbit seraya bersabda “fitnah datang dari sini, fitnah datang dari sini dari arah munculnya tanduk setan” [Musnad Ahmad 2/72 no 5410 dengan sanad shahih]
    حدثنا محمد بن عبد الله بن عمار الموصلي قال حدثنا أبو هاشم محمد بن علي عن المعافى عن أفلح بن حميد عن القاسم عن عائشة قالت وقَّت رسول الله صلى الله عليه وسلم لأهل المدينة ذا الحُليفة ولأهل الشام ومصر الجحفة ولأهل العراق ذات عرق ولأهل نجد قرناً ولأهل اليمن يلملم
    Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Abdullah bin ‘Ammar Al Maushulli yang berkata telah menceritakan kepada kami Abu Haasyim Muhammad bin ‘Ali dari Al Mu’afiy dari Aflah bin Humaid dari Qasim dari Aisyah yang berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menetapkan miqat bagi penduduk Madinah di Dzul Hulaifah, bagi penduduk Syam dan Mesir di Juhfah, bagi penduduk Iraq di Dzatu ‘Irq, bagi penduduk Najd di Qarn dan bagi penduduk Yaman di Yalamlam (Shahih Sunan Nasa’i no 2656)
    Berbagai hadits di atas tentang Najd sesungguhnya menunjukkan Najd itu adalah Najd yang dikenal umum baik di zaman Nabi mau pun sekarang. Bukan tempat lainnya sebagaimana ditafsirkan Ibnu Taimiyyah ada di Kufah. Apalagi Najd yang dikenal di zaman Nabi di hadits tersebut disebut ada di TIMUR kota Madinah dan tempat terbitnya matahari. Tak mungkin penduduk Madinah melihat matahari terbit dari arah Kufah. Najd sekarang pun memang selain di Timur Madinah juga merupakan dataran Tinggi (762 hingga 1.525 meter di atas permukaan laut). Di hadits Sunan Nasa’i no 2656 Nabi menyebutkan tempat miqat bagi penduduk Iraq dan penduduk Najd. Jelas Iraq dan Najd adalah 2 tempat yang berbeda.
    http://kabarislam.wordpress.com/2012/01/16/najd-tempat-khawarijfitnah-di-najd-atau-di-iraq/
    http://kabarislam.wordpress.com/2012/03/03/muhammad-bin-abdul-wahhab/

    BalasHapus
  5. Ini hadits2 Nabi tentang larangan membunuh sesama Muslim.
    Wahabi itu menghidupkan Sunnah apa sengaja melanggar Sunnah2 Nabi?

    Jika terjadi saling membunuh antara dua orang muslim maka yang membunuh dan yang terbunuh keduanya masuk neraka. Para sahabat bertanya, “Itu untuk si pembunuh, lalu bagaimana tentang yang terbunuh?” Nabi Saw menjawab, “Yang terbunuh juga berusaha membunuh kawannya.” (HR. Bukhari)

    Jika meninggalkan Jama’ah Islam (bagian terbesar ummat Islam) maka dia sesat. Tapi jika berperang karena fanatisme

    Barangsiapa menolak ketaatan (membangkang) dan meninggalkan jama’ah lalu mati maka matinya jahiliyah, dan barangsiapa berperang di bawah panji (bendera) nasionalisme (kebangsaan atau kesukuan) yang menyeru kepada fanatisme atau bersikap marah (emosi) karena mempertahankan fanatisme (golongan) lalu terbunuh maka tewasnya pun jahiliyah. (HR. An-Nasaa’i)

    Terharap orang Kafir yang mengaku Muslim pun kita tidak boleh membunuhnya apalagi jika dia memang benar-benar Muslim terlepas menurut kelompok sebagian Muslim/Firqoh dia adalah sesat:

    Larangan membunuh orang kafir yang telah mengucapkan: Laa ilaaha illallah

    Hadis riwayat Miqdad bin Aswad ra., ia berkata:
    Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku bertemu dengan seorang kafir, lalu ia menyerangku. Dia penggal salah satu tanganku dengan pedang, hingga terputus. Kemudian ia berlindung dariku pada sebuah pohon, seraya berkata: Aku menyerahkan diri kepada Allah (masuk Islam). Bolehkah aku membunuhnya setelah ia mengucapkan itu? Rasulullah saw. menjawab: Jangan engkau bunuh ia. Aku memprotes: Wahai Rasulullah, tapi ia telah memotong tanganku. Dia mengucapkan itu sesudah memotong tanganku. Bolehkah aku membunuhnya? Rasulullah saw. tetap menjawab: Tidak, engkau tidak boleh membunuhnya. Jika engkau membunuhnya, maka engkau seperti ia sebelum engkau membunuhnya, dan engkau seperti ia sebelum ia mengucapkan kalimat yang ia katakan. (Shahih Muslim No.139)

    Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid r.a.: Rasulullah SAW. pernah mengirimkan kami dalam suatu pasukan (sariyyah); lalu pada pagi hari kami sampai ke Huruqat di suku Juhainah, di sana saya menjumpai seorang laki-laki, dia berkata, “La ilaha illallah – tiada tuhan selain Allah,” tetapi saya tetap menikamnya (dengan tombak), lalu saya merasakan ada sesuatu yang mengganjal di hati saya. Setelah sampai di Madinah, saya memberitahukan hal tersebut kepada Nabi SAW., lalu beliau bersabda, “Dia mengatakan, ‘La ilaha illallah’, kemudian kamu membunuhnya?” Saya berkata, “Wahai Rasulullah, sungguh dia mengatakannya hanya kerana takut pada senjata.” Beliau bersabda, “Tidakkah kamu belah dadanya, lalu kamu keluarkan hatinya supaya kamu mengetahui, apakah hatinya itu mengucapkan kalimat itu atau tidak?” Demikianlah, beliau berulang-ulang mengucapkan hal itu kepada saya sehingga saya menginginkan seandainya saya masuk Islam pada hari itu saja. Sa’ad berkata, “Demi Allah, saya tidak membunuh seorang Muslim sehingga dibunuhnya oleh Dzul Buthain, maksudnya Usamah.” Lalu ada orang laki-laki berkata, “Bukankah Allah SWT. telah berfirman, Dan perangilah mereka supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah (QS Al-Anfal (8): 39).” Lalu Sa’ad menjawabnya, “Kami sudah memerangi mereka supaya jangan ada fitnah, sedangkan kamu bersama kawan-kawanmu menginginkan berperang supaya ada fitnah.” (1: 67 – 68 – Sahih Muslim)



    Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2012/02/07/larangan-mencaci-dan-membunuh-sesama-muslim/

    BalasHapus