Iklan 2

Senin, 08 April 2013

Assad Mengaku Tuhan Seperti Fir'aun?


Aya-aya wae.
Ada orang bilang Assad itu mengaku Tuhan. Assad menyuruh orang2 mengucapkan "Laa ilaaha illa Assad" katanya.
"Berita" dari Syekh nya itu ditelan saja bulat-bulat tanpa perlu Tabayyun ke Assad. Malas baca koran, majalah, internet membuatnya percaya dibodohi oleh Syekhnya.
Assad itu Syi'ah, itu benar.
Assad itu sesat/kafir, MUNGKIN benar.
Tapi kalau Assad mengaku Tuhan, sepertinya tidak benar.
Kalau Assad mengaku Tuhan, kenapa Assad masih sholat?
Bahkan Assad sholat di belakang Imam Masjid Sunni sebagai makmum. Dengan cara Sunni. Tangannya bersedekap. Tidak lurus seperti Syi'ah:



Presiden Assad Shalat Ied di Damascus


http://indonesiarayanews.com/news/internasional/08-20-2012-10-51/presiden-assad-shalat-ied-di-damascus


Di Media Pro Wahabi juga diberitakan Assad sholat 'Ied meski kecepatan mendahului Imam. Sebetulnya bukan salah Assad. Saat ucapan Allahu Akbar, 5% makmum biasanya langsung bergerak ruku' atau sujud. Kalau Imam kurang gesit, kedahuluan makmum. Imam yang hati-hati seperti Habib Ahmad Al Munawar baru mengucapkan Takbir saat Ruku atau Sujud. Saat diucapkan Ruku'/Sujudnya sudah nyaris sempurna. Jadi makmum tak bisa mendahului Imam.
Ini beritanya:

Shalat Ied Singkat, Assad Salam Mendahului Imam


[caption id="attachment_2050" align="aligncenter" width="468"]Assad Sholat Ied Assad Sholat Ied[/caption]

Senin, 20 Agustus 2012

Hidayatullah.com—Sebuah rekaman video yang ditayangkan oleh stasiun televisi pemerintah Suriah hari Ahad (19/8/2012) menunjukkan, Presiden Suriah Bashar Al Assad mengikuti shalat Idul Fitri yang berlangsung singkat dan mengakhiri shalatnya lebih dahulu ketimbang imam.
http://www.hidayatullah.com/dev/read/24403/20/08/2012/shalatiedsingkatassadsalammendahuluiimam.html

Jadi Assad itu masih sholat. Masalah dia Syi'ah atau sesat mungkin benar. Tapi kalau mengaku Tuhan, rasanya sih tidak benar.

Foto dan berita sholatnya Assad itu mutawattir/banyak. Bahkan dimuat di Media Wahabi yg benci dgn Assad seperti Voa-Islam.com. Jadi kalau ada video orang yg mengaku Assad Tuhan, bisa saja buatan pemberontak Wahabi untuk mendiskreditkan Assad:

Damaskus (voa-islam.com) Presiden Bashar al-Assad melakukan shalat Idul Fitri di sebuah masjid Damaskus pada hari Ahad.

http://www.voa-islam.com/news/analysis/2012/08/19/20298/bashar-alassad-kami-terus-berperang-sampai-darah-penghabisan/

Bashar Assad Sholat

Ini berita dari Media yg sama bahwa Assad mengaku Tuhan seperti Fir'aun. Sebetulnya kalau jelas yg memaksa orang mencium foto Assad itu adalah Assad, baru kita percaya. Kalau tidak, bisa saja itu pemberontak Wahhabi yg melakukannya. Baca berita harusnya pakai akal agar bisa paham:

http://www.voa-islam.com/news/world-world/2012/02/26/17918/bagai-firaun-rezim-syiah-suriah-paksa-tahanan-sujud-pada-foto-presiden/

3 komentar:

  1. itulah fitnah,fitnah buatan pemberontak yang di dukung oleh amerika dan israel,

    BalasHapus
  2. Lalu apa tanggapan Anda org yg mengaku Islam membunuh sesama Islam.

    BalasHapus
  3. Silahkan baca dan pahami hadits di bawah.
    Para pemberontak, apalagi yang datang dari luar negeri seperti Indonesia jelas masuk neraka karena mereka membunuh sesama Muslim.
    Lho pemerintah Suriah kan juga membunuh? Pemerintah Suriah berhak untuk membunuh pelaku Bughot sesuai hadits di bawah.
    Sezalim2nya pemerintah, bahkan Fir'aun sekalipun, rakyat tidak boleh bughot. Jika tak suka, mereka harus mengungsi/hijrah. Itulah ajaran Islam.

    Membunuh sesama Muslim tempatnya neraka:

    Jika terjadi saling membunuh antara dua orang muslim maka yang membunuh dan yang terbunuh keduanya masuk neraka. Para sahabat bertanya, “Itu untuk si pembunuh, lalu bagaimana tentang yang terbunuh?” Nabi Saw menjawab, “Yang terbunuh juga berusaha membunuh kawannya.” (HR. Bukhari)


    Bughot itu haram bahkan thd Fir’aun sekalipun (Thaahaa 43-44) dan hukumannya adalah mati:

    Arfajah Ibnu Syuraih Ra berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa datang kepadamu ketika keadaanmu bersatu, sedang ia ingin memecah belah persatuanmu, maka bunuhlah ia.” Riwayat Muslim.


    Dari Abu Said al Khudriy bahwa Rasulullah saw bersabda,”Apabila ada baiat kepada dua orang khalifah maka bunuhlah yang terakhir dari keduanya.” (HR. Ahmad)

    Terhadap seorang rakyat yang menghina dirinya, Khalifah Umar bin Abdul Aziz berkata:
    “Aku tidak seburuk Fir’aun
    Dan Kamu tidak sebaik Musa.
    Apa firman Allah kepada Musa:
    “Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas; maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.” [Thaahaa 43-44]



    Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2013/04/23/hukum-bughot-pemberontakan-dalam-islam/

    BalasHapus