Iklan 2

Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Desember 2014

Mengapa Harus Bermazhab?


Belajar 1 Mazhab saja, misalnya Mazhab Syafi'ie itu sulit. Paling cuma 10% ilmu Mazhab Syafi'ie yang baru saya kuasai. Nah kalau mau membanding2kan 4 mazhab kemudian memilih "yang terbaik" dari Mazhab tsb untuk tiap masalah yg berbeda (mis: sholat mazhab Syafi'ie, tapi puasa mazhab Maliki, dsb), berarti dia harus belajar 4 Mazhab, kemudian belajar Al Qur'an dan Hadits secara mendalam. Padahal agar bisa jadi mujtahid minimal menguasai 500.000 hadits, kata Imam Hambali. 

Makanya tokoh hadits paling ahli saja seperti Imam Bukhari dan Imam Muslim yang masing2 hanya membukukan kurang dari 10.000 hadits sahih memilih mengikuti mazhab Syafi'ie. Tidak bikin mazhab sendiri apalagi sampai membanding2kan mazhab mana yang terbaik untuk dipakai untuk setiap masalah.
Hendaknya pilih saja mana mazhab yang disukai, kemudian fokus pelajari dan mengamalkan Islam melalui mazhab tersebut.

Jumat, 24 Januari 2014

Kembali ke Islam di Masa Nabi Muhammad


Kembali ke zaman Nabi Muhammad di mana Islam hanya ada 1.
Dan semua bangga mengaku sebagai Muslim.
Meski saya menganut mazhab Syafi'ie saya lebih bangga mengaku sebagai Muslim. Bukan Sunni atau lainnya.
Saya menjalankan Islam dengan mazhab Syafi'ie, karena itulah paham yang mudah saya pelajari. Dekat dengan rumah saya. Mengamalkannya juga bisa bareng bersama2 tetangga. Jadi tidak "nyeleneh sendiri".
Tapi bagaimana pun juga sebagaimana doa Iftitah yang saya baca di setiap sholat, saya adalah seorang Muslim. Hanifa Muslima. Semoga jadi Muslim yang lurus. Aamiin...

Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu..” [Al Hajj 67]

Jumat, 29 November 2013

Hati-hati Memahami Hadits: Baca Bismillah di Shalat

Banyak orang awam mengira kalau kembali ke Al Qur’an dan Hadits, niscaya tidak akan berpecah-belah karena akan satu pendapat. Ini adalah pendapat yang keliru. Kita memang harus merujuk kepada Al Qur’an dan Hadits. Tapi berdasarkan pemahaman jumhur ulama yang faqih. Terutama pemahaman para ulama Mazhab yang hidup pada 3 generasi pertama terbaik di dalam Islam. Bukan berdasarkan pemahaman kita sendiri.
Jika mengacu pemahaman kita sendiri, jangankan hadits, penafsiran Al Qur’an pun bisa berbeda-beda. Tafsir Al Qur’an Islam Liberal akan beda dengan Wahabi. Tafsir Al Qur’an Wahabi pun beda dengan tafsir Al Qur’an Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yang asli. Di Al Qur’an sudah dijelaskan kemungkinan beda penafsiran tersebut:
“Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.” [Ali 'Imran 7]

Jumat, 22 November 2013

Cara Belajar Agama Islam

Belajar agama Islam jangan hanya 1 guru / 1 kelompok. Sebab bisa tersesat.

Belajarlah pada banyak guru dan aliran. Jadi wawasan kita luas dan bisa membuat perbandingan.


Selasa, 09 Juli 2013

Penghafal Al Qur'an Jika Tak Jadi Pengamal Al Qur'an Berbahaya

Snouck Hurgronje Orientalis Imperialis yang Hafal Al QuranAl Qur'an itu memang baru bermanfaat jika DIAMALKAN.
Kalau cuma dihafal, ya seperti di bawah ini...


Menghafal Al Qur'an bagus. Itu satu kelebihan. Tapi harus juga diamalkan semampunya agar tidak senasib dengan Khawarij Abdurrahman bin Muljam yang membunuh Ali bin Abi Thalib dan Snouck Hurgronje Bapak Orientalis Imperials.


Abdurrahman bin Muljam, Khawarij yang membunuh Khalifah Ali ternyata selain rajin Sholat Malam dan Puasa juga seorang Hafiz Al Qur'an. Namun Hafal Al Qur'an jika tidak diimbangi dengan pemahaman dan pengamalan, akhirnya malah sesat. Mengkafirkan dan membunuh sesama Muslim.


Ketika Wasir bin A'to (seorang Muslim) ketemu orang-orang Khawarij, beliau terpaksa mengaku sebagai orang Nasrani agar selamat dari pedang kaum tsb. Sebagai Ahli Kitab, dia dihormati oleh Khawarij tersebut karena Al Qur'an mengajarkan seperti itu.


Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya diantara ummatku ada orang-orang yang membaca Alquran tapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. Sungguh, jika aku mendapati mereka, pasti aku akan bunuh mereka seperti terbunuhnya kaum Aad. (Shahih Muslim No.1762)


Senin, 10 Juni 2013

Al Qur'an Harus Diamalkan. Bukan Cuma Dibaca!

Dari ceramah Ustad Ruslan Mawardi yang saya dengar di jalan karena pulang kemaleman...
Membaca Al Qur'an itu kalau tidak diamalkan, seperti Himar/Keledai yang membawa Al Qur'an. Tidak ada manfaatnya.
Al Qur'an itu harus diamalkan.
Di Al Qu'an disebut jangan dusta. Amalkan dgn tidak berdusta.
Di Al Qu'an disebut jangan menzalimi orang. Amalkan dgn tidak menzalimi orang.
Di Al Qu'an disebut harus ikhlas. Amalkan dgn bersikap Ikhlas.

Jumat, 24 Mei 2013

Perbanyak Zikir dan Hindari Caci-maki

Perbanyaklah zikir/tasbih memuji Allah. Insya Allah kita mendapatkan banyak pahala:


“Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.” [QS Al Ahzab 33:41]


“Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu…” [Al Baqarah 200]


“…Dan berdzikirlah menyebut nama Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari.” [Ali 'Imran 41]


 

Kamis, 23 Mei 2013

Mengikuti Mazhab Syafi'ie dan Kembali ke Al Qur'an dan Hadits

Dengan mengikuti Mazhab Syafi'ie, bukan berarti kita tidak mengikuti Al Qur'an dan Hadits.
Justru kita mengikuti Al Qur'an dan Hadits dengan pemahaman seorang Ulama yang Faqih. Imam Syafi'ie hafal Al Qur'an di usia 7 tahun dan hafal Kitab Hadits Al Muwaththo umur 10 tahun. Beliau menguasai jutaan hadits dan melihat praktek ibadah langsung dari para Ulama Tabi'in dan Tabi'it Tabi'in.


Saat kita berusaha menggali hukum langsung dari Al Qur'an dan Hadits, itu kita bertindak seperti para Imam Mazhab. Bedanya kita tidak hafal Al Qur'an. Juz Amma saja belum tentu hafal. Kita berarti berusaha membuat Mazhab kita sendiri. Berapa banyak aliran sesat yg slogannya kembali kepada Al Qur'an dan Hadits ternyata sesat karena pemahamannya juga sesat.


Selasa, 11 Desember 2012

Memuliakan Ahli Bait / Keturunan Nabi Muhammad SAW

Saya lihat saat ini banyak orang yang menghina Ahli Bait / Keturunan Nabi Muhammad yang di Jakarta ini biasa disebut dengan gelar "Habib". Keturunan Nabi Muhammad juga lazim disebut Sayyid/Sayyidah dan Syarif/Syarifah


Padahal di setiap sholat kita selalu berdoa di dalam Tahiyat agar Nabi Muhammad dan Keluarganya senantiasa diberi penghormatan. Allohumma sholli 'ala Muhammad wa 'ala aali Muhammad. Ya Allah, berilah penghormatan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.


Jumat, 23 November 2012

Doa Nabi dengan Menyebut Nama


عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُوْلَ اللَّهِ إِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوْعِ فِي الرَّكْعَةِ اْلأَخِرَةِ مِنَ الْفَجْرِ يَقُوْلُ: اَللَّهُمَّ الْعَنْ فُلاَنًا وَفُلاَنًا وَفُلاَنًا بَعْدَمَا يَقُوْلُ: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّنَالَكَ الْحَمْدُ

Dari Ibnu Umar, “Sesungguhnya ia pernah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika beliau mengangkat kepalanya dari ruku’ di raka’at yang terakhir ketika shalat Shubuh, ia membaca: “Allahummal ‘an fulanan wa fulanan wa fulanan (Ya Allah laknatlah si fulan dan si fulan dan si fulan) sesudah ia membaca Sami’allaahu liman hamidahu.


Cara Syekh Wahabi Memecah-Belah Islam

[caption id="attachment_1417" align="alignleft" width="227"]Wahabi Wahabi[/caption]

Jika Syekh-syekh Wahabi berkata terus terang kepada pengikutnya: "Ayo kita pecah-belah ummat Islam. Kita hina ummat Islam sebagai Ahlul Bid'ah, Sesat, Musyrik, Kafir, dsb. Kemudian kita bunuh ummat Islam", niscaya para pengikut Wahabi yang awam pun selama masih lurus, akan lari terbirit-birit menjauhi para Syekh Wahabi tersebut.


Tapi jika Syekh-syekh Wahabi tersebut berkata: "Ayo kita murnikan Islam. Kita hidupkan Sunnah. Kita tegakkan Tauhid", niscaya para pengikut Wahabi yang cerdas pun akan taqlid dan tertipu sehingga akhirnya mereka menghina ummat Islam lain yang mereka anggap tidak lurus dan sesuai "Sunnah" sebagai Ahlul Bid'ah, Sesat, Musyrik, Kafir, dsb. Kemudian mereka bunuh Muslim lainnya dengan alasan yang dibunuh adalah "Musuh Allah". "Musuh Tauhid".


Senin, 23 Januari 2012

Ajaran Sifat 20 Imam Abu Hasan Al Asy'ari Tidak Sesat

Terlalu gegabah jika menganggap Sifat 20 dari Abu Hasan Al Asy'ari sesat hanya karena Abu Hasan lahir tahun 260 H.


Sifat 20 seperti Allah itu Ada, Allah itu Satu, Allah itu Maha Hidup, Allah Maha Kuasa itu semua ada dalilnya dalam Al Qur'an.


Jika begitu dianggap sesat, berarti Tauhid Uluhiyah dan Rububiyah yg diajarkan Muhammad bin Abdul Wahab lebih sesat lagi karena dia lahir di tahun 1115 H. Saat kegelapan Islam. Kalau Imam Asy'ari masih di 7 abad pertama jayanya Islam. Jelas jika Imam Asy'ari lah yang merupakan Salafush Saleh sedang Muhammad bin Abdul Wahab adalah Khalaf.


Jumat, 29 April 2011

Terjemah Al Qur'an oleh Tim Depag Insya Allah Benar

Assalamu'alaikum wr wb,
Maaf jika kurang sependapat dgn saudara Irfan S Awwas.
Terjemah memang beda dgn Tafsir. Terjemah itu sesuai dgn makna kata dan juga kalimat. Ada pun tafsir, bisa berubah dgn makna aslinya. Tafsir itu bisa salah. Tafsir juga bisa berbeda-beda antara satu penafsir dengan penafsir lainnya. Tafsir Ibnu Katsir berbeda dengan Tafsir Jalalain. Tafsiran Majelis Mujahidin, tentu akan berbeda dengan tafsiran kaum Liberal.


Tim Penterjemah Depag terdiri dari puluhan ulama yang bukan cuma ahli bahasa Arab, namun juga ahli tafsir. Selain ada Tim Penterjemah, hasil terjemahnya pun diperiksa oleh Tim Pentashih yang terdiri dari ulama di Depag dan juga MUI. Terjemah telah dilakukan sejak tahun 1965 jadi insya Allah kalau dibilang kesalahan terjemah itu fatal dan banyak, apa iya para ulama kita selama ini diam saja?


Rabu, 13 April 2011

AL KAFIRUUN: Mengakui PLURALITAS. Bukan PLURALISME

Saat ini banyak pemuda Muslim yang terjebak pada PLURALISME yang menganggap semua agama Benar. Mereka tidak bisa membedakannya dengan PLURALITAS yang mengakui adanya perbedaan agama yang ditolerir Islam. Bagaimana mungkin semua agama sama jika Islam hanya menyembah 1 Tuhan: Allah, sementara yg lain menyembah Tuhan Bapak, TUhan Anak, dan Roh Kudus?


Aku tidak akan menyembah Tuhan yang kamu sembah


Dan kalian tidak akan menyembah Tuhan yang aku sembah


Bagimu agamamu dan bagiku agamaku! [Al Kafiruun]


Minggu, 12 Desember 2010

Belajar Islam sama Orang Kafir?

Allah lewat Al Qur'an memperingatkan kita agar kita tidak mengikuti kaum Yahudi yang dimurkai Allah (Al Maghdub) dan kaum Nasrani yang sesat (Adh Dholliin) - Al Fatihah.

Allah juga memperingatkan kita bahwa kaum Yahudi dan Nasrani tak kan senang hingga kita mengikuti agama mereka:
"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu." [Al Baqarah 120]

Bagaimana mungkin seorang bisa jadi baik agama Islamnya jika belajar agama justru belajar sama orang2 kafir?

Itu sama halnya kita belajar cara membuat pesawat kepada tukang bakso. Atau belajar matematika pada ahli sejarah. Tidak nyambung. Belajarlah pada ahlinya!

Sehebat2 mereka, mereka tetap tidak tahu/hafal bacaan/cara shalat, doa2 harian, haji, dsb. Aqidah mereka pun seperti menyembah Tuhan Bapak, Tuhan Anak/Yesus, dan Roh Kudus itu menurut ajaran Islam sangat menyimpang/musyrik.

Jadi ummat Islam harus waspada dan jangan mengikuti ulama su' (ulama jahat/ulama dunia) yang justru menyesatkan orang.

Silahkan baca:
http://media-islam.or.id/2007/09/11/islam-agama-yang-diridhai-allah-swt/

Selasa, 20 April 2010

Apakah Islam Agama Teroris?

Perang dalam Islam dan Kristen


Fakta dan Sejarah



Kebencian terhadap Islam



Paus Benedict XVI mengutip Raja Manuel II Paleologos dari Kerajaan Kristen Ortodoks Romawi Bizantium:


“Perlihatkan padaku apa yang baru dibawa Muhammad dan kamu hanya akan mendapatkan iblis dan kekejaman seperti perintah untuk menyebar agamanya dengan pedang.” ("Show me just what Muhammad brought that was new and there you will find things only evil and inhuman, such as his command to spread by the sword the faith he preached.)"(*)



Samuel P Huntington: Islam adalah musuh nomor 1