Iklan 2

Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 November 2013

Kenaikan UMR yang Wajar dan Melindungi Buruh


Satu kenaikan baik harga barang atau pun upah itu rentangnya 5%-30%. Lebih dari itu, bikin orang megap2. Kenaikan gaji buruh 68% misalnya. Bukan cuma membuat pengusaha mabuk. Saat pengusaha menaikan harga barang2nya, seluruh rakyat juga ikut mabuk. Saat harga2 barang naik, kenaikan upah buruh juga kurang berarti. 
Harusnya dicari cara misalnya UMR pakai standar emas. Misalnya 5 gram emas. Jika harga emas Rp 500 ribu/gram, artinya Rp 2,5 juta/bulan. Jika tahun depan harga emas Rp 600 ribu/gram, gaji buruh jadi Rp 3 juta/bulan. 

Rabu, 29 Juni 2011

Mengapa Fatwa BBM MUI Dihujat Rakyat?


Sering Media Massa seperti TV bisa merusak persaudaraan. Contohnya berita palsu tentang "Fatwa BBM" MUI di TV2 Swasta yg tak benar, hampir mengadu-domba antara MUI dan ummat. Kita harus waspada thd orang2 fasik pembawa berita. Ulama/Ummat Islam jg harus punya media agar tak diadu-domba
http://media-islam.or.id/mi-tv


MUI mengeluarkan fatwa bahwa haram bagi orang yang mampu untuk membeli Premium seharga Rp 4.500/liter yang "disubsidi" pemerintah. Para pemilik mobil pribadi, dihimbau membeli Pertamax yang harganya Rp 9000-an per liter.


Fatwa BBM ini akhirnya mendapat protes keras dari masyarakat.


Harusnya memang MUI mengeluarkan Fatwa yang melarang penguasaan dan monopoli migas Indonesia oleh perusahaan-perusahaan asing sehingga membuat harga minyak melonjak tinggi. Bukan justru membiarkannya. Liberalisasi di pasar minyak sehingga komoditas seperti minyak diperjual belikan di Pasar Komoditas seperti NYMEX, membuat komoditas minyak jadi barang spekulasi para spekulan. Harga minyak pun membubung tinggi.


Dengan biaya perolehan Rp 1.500/liter, harusnya dengan harga jual Rp 4.500/liter pun pemerintah sudah untung.


Namun perusahaan-perusahaan migas asing yang menguasai 90% minyak di Indonesia tidak puas dengan keuntungan sebesar itu. Mereka ingin lebih. Mereka ingin rakyat Indonesia membayar harga minyak sama dengan harga di Pasar Komoditas NYMEX di New York. Tak peduli jika sopir angkot, bis, sepeda motor berpenghasilan sangat rendah.


Jika rakyat Indonesia dipaksa membeli Pertamax seharga Rp 9.000/liter, ini artinya harga bensin di Indonesia jadi US$ 1,04/liter. Ini bukan cuma lebih mahal daripada harga di Arab Saudi (0,16$/ltr), Venezuela (0,023$/ltr), tapi juga lebih mahal daripada harga bensin di Malaysia (0,6), AS (1), Thailand (0,93), Bahkan Cina (0,946)! Silahkan lihat:


http://en.wikipedia.org/wiki/Gasoline_and_diesel_usage_and_pricing


Jadi harusnya para Ulama di Majelis Ulama Indonesia mempertanyakan kenapa dengan penghasilan rakyat yang rendah, kok pemerintah Indonesia mau menerapkan harga bensin yang lebih mahal daripada Malaysia, Cina, bahkan AS?


Saya yakin para ulama di MUI tahu dalil-dalil orang mampu haram mendapat bantuan dari pemerintah. Namun sistem Ekonomi Neoliberalisme yang mementingkan segelintir perusahaan Migas Asing yang didukung pemerintah sudah merubah arti dari kata subsidi untuk mengeruk keuntungan yang berlipat ganda.


MUI jangan mau diperalat untuk membela kebijakan yang keliru. Sebaliknya MUI harus memberikan fatwa haram bagi dikuasainya migas dan kekayaan alam Indonesia oleh pihak asing/kafir.

Senin, 10 Mei 2010

Empat Langkah Strategi World Bank untuk Memperbudak Negara Berkembang

IMF dan WB itu adalah mesin Neolib. Negara2 berkembang dihutangi Dollar yg sebetulnya dcetak dari kertas tak berharga oleh konco mereka The Fed. Sebagai ganti kertas tak berharga itu, negara2 berkembang menyerahkan kekayaan alamnya, BUMN2nya untuk diprivatisasi, dan perekonomian mereka.


Dari komentar “JackManis” di Kaskus:


“Empat Langkah Strategi” World Bank untuk Memperbudak Negara Berkembang


Profesor Joseph Stiglitz, mantan Ketua Ekonom World Bank, dan mantan Ketua Penasehat Bill Clinton, mengakui di publik “Empat Langkah Strategi” World Bank untuk memperbudak negara demi keuntungan bankir.


Langkah Satu : Privatisasi. Pemimpin nasional akan ditawarkan 10% komisi untuk menjual aset-aset nasional. Uang akan disimpan dengan aman di rekening mereka di Swiss.


Selasa, 16 Februari 2010

Bisakah Indonesia Kelola Kekayaan Alamnya Sendiri?

Berbeda dengan para motivator yang menanamkan keyakinan bahwa kita bisa, Antek-antek asing memang mencoba menanamkan pemikiran (mindset) kepada bangsa Indonesia bahwa kita tidak tidak mampu. Oleh karena itu serahkan kekayaan alam kita kepada asing.


Keberadaan BUMN2 seperti ANTAM, Pertamina, Elnusa, dsb sebetulnya sudah membuktikan bahwa kita mampu mengelola kekayaan alam sendiri. Bahkan Malaysia yang SDM dan SDAnya di bawah kita sekarang lebih maju karena mereka mandiri.


Kamis, 04 Februari 2010

Yahudi AS Dominasi Ekonomi Indonesia?


"Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." [At Taubah 28]


Saat itu perekonomian kota Mekkah dipegang oleh orang2 kafir. Namun Allah memerintahkan Nabi agar mengusir orang2 kafir dari Mekkah.. Ummat Islam takut bahwa perekonomian terganggu dan mereka jadi miskin. Karena itu turun ayat tsb.


Saat ekonomi dikuasai orang kafir, mereka justru memiskinkan kita. Segala kekayaan alam kita dirampas sehingga meski negeri kita kaya, tapi rakyat kita miskin. Inginkah kita terus seperti itu?


Arab Saudi, Iran, Qatar, Kuwait, Malaysia yang lebih independen dari Indonesia kenyataannya lebih makmur daripada Indonesia.


Sebetulnya dominasi Yahudi AS di Indonesia sudah sangat kental.


Cuma umat Islam saja banyak yang tidak sadar atau tidak tahu.


Dari link2 di bawah, ternyata perusahaan2 migas asing seperti Exxon Mobil, Chevron, Conoco, Amoco, BP, Arco, dsb merupakan pecahan dari Standard Oil yang dimiliki oleh Rockefeller. Rockefeller ini ditengarai sebagai Yahudi dan pemikirannya sejalan dengan Zionis. Perusahaan2 "Yahudi AS" (jika berita link di bawah benar) menguasai 90% migas di Indonesia.


Senin, 12 Oktober 2009

Pejabat Boros dan Kemelaratan Rakyat

92 orang mati kelaparan di Yakuhimo Papua VS Rp 46 Milyar biaya Pelantikan anggota DPR


Orang yang boros adalah saudara setan, begitu firman Allah SWT.



”Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.


Kamis, 18 Juni 2009

Diskusi dengan Faisal Basri tentang Neoliberalisme dan Privatisasi

Saat ini boleh dikata ribuan trilyun kekayaan alam Indonesia dikuras oleh perusahaan-perusahaan asing. 6 perusahaan dari 10 perusahaan terkaya versi majalah Forbes saja mendapat Rp 17 ribu trilyun/tahun. Belum lagi perusahaan-perusahaan lain seperti Freeport, Newmont, BHP, dsb yang menguras emas, perak, tembaga, nikel, dsb dari Indonesia. Bisa jadi hasil dari kekayaan alam Indonesia yang mereka dapat berkisar antara Rp 2.000-5.000 Trilyun/tahun.



Jika saja kita mandiri dan mengelola kekayaan alam sendiri, bisa jadi Rp 3.000 trilyun/tahun hasil kekayaan alam Indonesia masuk ke tangan bangsa Indonesia. Saat ini APBN Indonesia hanya Rp 1.037 Trilyun/tahun. Sementara hutang Luar Negeri sebesar Rp 1.600 trilyun dan setiap tahun bertambah hampir Rp 100 trilyun dalam 5 tahun terakhir.


Rabu, 01 April 2009

Memilih Pemimpin yang Pro Ekonomi Islam dan Anti Kapitalis Neoliberalis

Indonesia tidak pantas miskin karena kekayaan alamnya sungguh luar biasa.
Sayangnya sistem ekonomi yang dianut salah, yaitu: Kapitalis Neoliberalis yang mementingkan pemilik modal/uang (Investor Asing).

Akibatnya sebagian besar kekayaan alam kita dikuasai dan dinikmati asing/kafir harbi AS. 2000 trilyun/tahun masuk ke kantong asing. Bagaimana rakyat Indonesia bisa kaya?

Kamis, 26 Maret 2009

Apa Platform Ekonomi Partai Islam? Kapitalis Neoliberalis, Ekonomi Rakyat, atau Ekonomi Islam?


Di Detik.com Amien Rais memuji Slogan Prabowo dan Rizal Ramli yang mengusung Ekonomi Kerakyatan dan Kemandirian Nasional seraya menyayangkan capres lain yang hanya mengusung sistem Ekonomi Kapitalis Neoliberalis yang hanya menguntungkan segelintir pemilik modal.



Apa yang jadi Platform Ekonomi Partai Islam? Kapitalis Neoliberalis, Ekonomi Rakyat, atau Ekonomi Islam?



Kamis, 19 Maret 2009

Visi Ekonomi Parpol Islam Tidak Jelas



Saat ini boleh dikata Visi Ekonomi Parpol Islam tidak jelas. Kalau mengenai masalah aliran sesat, pornografi, atau judi mungkin parpol Islam masih paham dan vokal soal itu. Tapi kalau menyangkut masalah ekonomi, sepertinya Parpol Islam belum menguasai Sistem Ekonomi mana yang sesuai dengan Islam, sehingga akhirnya Indonesia terjerumus ke dalam Sistem Ekonomi Kapitalis Neoliberalisme yang lebih menguntungkan Yahudi/AS ketimbang rakyat Indonesia/Ummat Islam. Padahal harusnya kita memeluk Islam secara Kaaffah (menyeluruh). Tidak setengah-setengah.


Sebagai contoh, 90% migas kita justru dikuasai perusahaan asing yang mayoritas dari AS, Negara kafir harbi yang saat ini membantai ummat Islam di Iraq dan Afghanistan dan merupakan pendukung utama negara Israel yang juga membantai Muslim di Palestina. Emas, Perak, Tembaga, dan kekayaan alam kita juga dikuasai perusahaan asing negara tersebut.


Kamis, 05 Maret 2009

Dinar Emas Sebagai Alat Jual-Beli di Indonesia

Karena dari kertas yang bahan+ongkos cetaknya tak lebih dari Rp 10/lembar, maka ketika dihargai jadi Rp 100.000, sulit sekali menahan nilainya dari gerusan inflasi. Akibatnya nilai rupiah terus merosot baik terhadap dollar atau pun harga barang lainnya.



Nilai rupiah pun terus turun dari semula 1 US$ = Rp. 1.88 tahun 1946 hingga 1 US$ = Rp. 12.000 tahun 2009


http://rachmad.kuyasipil.net/?p=44



Minggu, 26 Oktober 2008

Rupiah Turun Nyaris Rp 11 ribu/1 US$ - Kenakan Pajak 1% untuk Transaksi Valas

Meski AS nyaris bangkrut, anehnya rupiah lebih "bangkrut" lagi. Nilainya turun jadi nyaris Rp 11 ribu/1 US$.


Saya hanya bisa memberi masukan:
1. Kenakan pajak 1% untuk transaksi Valas. Ini agar spekulasi valas bisa ditekan.